Warga Tehoru Mendapatkan Saluran Bantuan dari Polres Malteng

  • Bagikan
Warga Tehoru Mendapatkan Saluran Bantuan dari Polres Malteng

Maluku Tengah, Tehoru – Kepolisian Resort (Polres) Maluku Tengah (Malteng), menyalurkan bantuan bahan makanan berupa beras dan mie instan, kepada warga terdampak gempa di Kecamatan Tehoru.

Penyaluran bantuan diberikan langsung Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi, bersama beberapa perwira Polisi, kepada warga terdampak yang menempati tenda-tenda pengungsian di sejumlah negeri di Kecamatan Tehoru.

Sejumlah tempat pengungsian yang di datangi Kapolres antara lain dusun Mahu, dusun Ekano di Negeri  Tehoru,  dusun Sapta Marga, serta dusun Mangga Dua di Negeri Saunulu.

Tempat pengungsian lainya yang didatangi Polisi Wanita berpangkat dua melati itu, yakni kompleks Walata Negeri Tehoru, Marabunta Negeri Tehoru.

Bantuan yang disalurkan Kapolres wanita pertama di Maluku Tengah, ini beras sebanyak 500 kg, dan 50 karton, Mie Instan. Bantuan yang di berikan sebagai bentuk keprihatianan keluarga besar Polres Maluku Tengah atas musibah bencana alam yang terjadi diwilayah tersebut.

“Kita berikan sedikit bantuan kepada masyarakat yang berada di lokasi pengungsian sebagai bentuk rasa prihatin atas bencana yang terjadi, berupa beras 500 kg, dan 50 karton, Mie Instan, ” ujar Umasugi.

Kapolres juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tenang dalam menghadapi setiap perkembangan situasi, dan jangan terpengharu berita-berita hoaks terutama tentang tsunami.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tenang dalam menghadapi setiap perkembangan situasi”ungkap Kapolres.

Pantauan Tim Matamaluku.com, dampak dari gempa 6.1 Magnitudo yang terjadi, Rabu (16/06/2021), saat ini sebanyak 7.224 jiwa warga di Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, terpaksa ,mengungsi ke tempat aman dan mendiami tenda-tenda pengungsian di atas perbukitan.

Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi di beberapa lokasi diantaranya di desa Yaputi, desa Saunolu, desa Tehoru dan desa Haya. Warga memilih mengungsi ke tempat lebih tinggi karena mereka merasa khawatir dan takut kemungkinan adanya gempa susulan.

Berdasarkan data tim kaji cepat BPBD Maluku Tengah, selain jumlah warga mengungsi kurang lebih 7.224 jiwa. Jumlah rumah warga yang rusak sebanyak 147 unit termasuk fasilitas umum seperti Sekolah, Puskesmas Masjid dan Gereja serta ambruknya talut penahan ombak di desa Tehoru dusun Mahu.

Bantuan tanggap bencana dari Pemda Maluku Tengah sudah disalurkan seperti tenda dan selimut termasuk bantuan, makanan  beras, gula, mie instan minyak goreng dan obat-obatan.

Pemda Maluku Tengah, nantinya melakukan kajian dan penelitian pada lokasi-lokasi yang terdampak gempa, terutama pada kawasan pantai untuk memastikan apakah lokasi tersebut layak untuk dihuni atau tidak.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang kemungkinan terjadi masyarakat dihimbau untuk sementara tidak mendekati pesisir pantai dan mencari lokasi pengungsian ke tempat yang lebih tinggi seperti perbukitan guna menghindari adanya gempa susulan yang berdampak lebih besar. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *