Warga Kecewa 10 Tahun Lebih Dermaga Ferry Wailey Belum Rampung

  • Bagikan
Warga Kecewa 10 Tahun Lebih Dermaga Ferry Wailey Belum Rampung

Maluku Tengah – Warga keluhkan dermaga penyebrangan Ferry Wailey yang berada di desa Latu kecamatan Amalatu kabupaten Seram bagian Barat, yang pekerjaannya mulai tahun 2008 sampai 2021 belum selesai di kerjakan, hanya terlihat tiang-tiang yang mulai rapuh dimakan waktu dan sebagian material dibiarkan begitu saja di tepi pantai.

Pada Lokasi dermaga penyebrangan ferry Wailey Desa Latu Senin 12/04/2021 terlihat warga dari Pulau Seram yang akan mengunakan layanan feri menuju Saparua harus ekstra hati – hati saat menaiki feri, karena harus melewati kayu yang di gunakan untuk akses menuju ke dalam feri, hal ini  disebabkan karena jembatan penyebrangan belum selesi di kerjakan.

Di lokasi ini juga terlihat   tiang – tiang penyangga yang telah lama di pancang akan tetapi tidak terlihat lagi pekerjaan pembangunan dermaga yang di lakukan, sehingga, tiang – tiang penyangga yang akan di tancap banyak yang telah berkarat dan tidak teratur di lokasi pantai Wailey tersebut.

Saleh Tuahuns warga Saparua yang biasanya menggunakan jalur tersebut untuk menyeberang, saat di wawancarai merasa prihatin terhadap kondisi dermaga yang sejak tahun 2008 awal pembangunanya akan tetapi sampai tahun 2021 belum selesai di kerjakan.

Melihat kondisi seperti saat ini, Dirinya sebagai putra daerah Maluku merasa kecewa karena pembangunan dermaga yang di duga menghabiskan anggaran miliar rupiah ini belum dapat di gunakan bahkan proyek ini terlihat terbengkalai karena tidak ada lagi pekerjaan lanjutan sehingga warga yang selalu mengunakan jasa penyebrangan harus berhati – hati saat melintas diatas kayu – kayu yang di gunakan untuk akses jalan ke dalam ferry.

“Proyek dermaga fery ini sudah beroperasi sekitar sepuluh tahun, tapi saat ini dermaganya mandek, yang jadi pertanyaan dimana perhatian pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten SBB, dimana menjadi lokasi pembangunan dermaga fery tersebut” Ujar Saleh Tuahuns.

Lebih lanjut Saleh menambahkan belum adanya dermaga penyebrangan ferry Wailey ke Saparua  ini juga berdampak bagi warga yang akan menyebrang karena dinilai terjadi punggli pada lokasi tersebut

Untuk itu Dirinya meminta Pemerintah baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah SBB , untuk menindaklanjuti proyek tersebut,  karena dermaga ini berada di wilayah mereka sehingga warga yang akan menyebrang merasa aman saat melintas mesuk ke dalam feri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *