Warga Dusun Wailawa Negeri Tawiri Gelar Demo di Gedung DPRD Kota Ambon

  • Bagikan
Warga Dusun Wailawa Negeri Tawiri Gelar Demo di Gedung DPRD Kota Ambon

Ambon – Ratusan warga dusun Wailawa dan Kampung Pisang Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, melakukan aksi demo di gedung DPRD kota Ambon, Kamis (30/09. Kehadiran ratusan warga mewakili 250 kepala keluarga ke gedung Dewan untuk menyampaikan keluhan mereka terkait sengketa tanah.

TNI AU Lanud Pattimura mengklaim tanah seluas 250 ha yang diatasnya terdapat Dusun Wailawa dan Kampung Pisang Negeri Tawiri adalah milik mereka.

Aksi demonstrasi di depan gedung DPRD tidak berlangsung lama, karena warga diterima oleh beberapa anggota DPRD dari Komisi dua dan tiga, karena sebagian anggota dewan khususnya Komisi I sedang melaksanakan kunjungan kerja di luar Ambon.

Dalam pertemuan, salah satu tokoh warga Negeri Tawiri, Hary Latulola menyampaikan dugaan intimidasi yang dilakukan TNI AU, yakni meminta warga Kampung Pisang dan Dusun Wailawa,  menandatangi surat pernyataan bermeterai Rp10.000. Intinya, warga harus mengakui dan bersedia keluar dari lahan yang diklaim sebagai milik TNI AU itu tanpa ganti rugi.

TNI AU Lanud Pattimura mengkalim, sebagaian lahan Negeri Tawiri, khususnya pada 3 RT, masuk dalam aset TNI AU. Ini berdasarkan sertifikat hak pakai nomor 06 Tahun 2010.

Latulola mengatakan, bukti itu sertifikat hak pakai yang dimiliki TNI AU katanya tidak berdasar karena sebelum sertifikat hak pakai 2010 keluar warga telah memiliki sertifikat kepemilikan yang sah yang diterbitkan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional ditandatangani Elexius Anaktatoti sebagai Kepala BPN Kota Ambon

Warga Tawiri Lainnya Welem Mairuhu mengatakan aksi dengan mendatangi DPRD Kota Ambon, karena warga kecewa dengan ulah TNI AU yang dianggap telah memaksa warga untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai tersebut.

Dia mengatakan, sebelumnya diinformasikan, kalau pihak TNI AU dengan melibatkan beberapa Purnawirawan TNI AU, akan melakukan pendataan warga yang menempati lahan yang diklaim sebagai aset TNI AU itu. Warga justru dipaksa menandatangani surat pernyataan bermaterai 10.000 yang formatnya telah dibuat oleh pihak TNI AU.

Dengan mendatangi DPRD Kota Ambon warga berharap persoalan ini dapat didengar oleh anggota dewan untuk segera ditindaklanjuti sehingga warga merasa nyaman melakukan aktifitas tanpa dibayang-bayangi oleh rasa ketakutan.

Sebelumnya, aksi protes dilakukan warga Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, terhadap TNI Angkatan Udara (AU). Rabu (29/09), sekitar pukul 12.45 WIT. Warga lakukan pemblokiran jalan dari arah Desa Tawiri menuju arah Bandara Pattimura, Laha.

Hal itu dilakukaan warga lantaran klaim TNI AU atas lahan (khususnya 3 RT di Desa Tawiri), adalah milik AU berdasarkan sertifikat nomor 06 Tahun 2010.

Pemblokiran tidak berlangsung lama. Warga berhasil dibubarkan setelah mendapat penjelasan, terkait aksi warga itu. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *