Warga Diminta Tidak Terprovokasi Terkait Kematian Niken Astrid Ilelapatoa

  • Bagikan
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Terkait Kematian Niken Astrid Ilelapatoa

Maluku Tengah, Masohi – Ketua Latupati Kecamatan Tehoru, Bernard Lilihata meminta warga persaudaraan di kecamatan itu, tidak terprovokasi dengan informasi tidak benar terkait kematian Niken Astrid Ilelapatoa yang jasadnya di temukan warga di Pantai Lesane Kota Masohi, Selasa (17/08).

Bernard Lilihata yang masih kerabat dekat korban menyerahkan seluruh proses hukum kepada Polisi untuk mengungkap kasus ini hingga terang benderang, meskipun saat ini Erwin Sauilo diduga sebagai pelaku pembuhun telah ditangkap tim Resmob Polres Maluku Tengah.

“Sebagai Latupati Kecamatan Tehoru, saya minta semua warga persaudaraan kecamatan Tehoru, tidak  terprovokasi kabar tidak benar.Marilah kita serahkan semua kepada Polisi untuk memproses sesuai hukum positif”Himbau Lilihata

Lilihata juga menyampaikan apreasiasi yang tinggi kepada Polres Maluku Tengah yang dengan cepat mengungkap identitas korban.

“Kami patut memberikan apresiasi kepada Polres Maluku Tengah, karena cepat mengungkap identitas saudara kami.Kami sudah melihat jasadnya, keluarga menyerahkan seluruh proses terhadap pelaku sesuai hukum positif”Ungkapnya.

Sat Resmob Polres Ringkus Pelaku Diduga Pembunuh Niken

Sementara itu , Polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap kasus kematian Niken. Hanya dalam hitungan jam, personil Resmob Polres Maluku Tengah, berhasil meringkus Erwin Suailo alis Ewin, diduga sebagai pelaku pembunuhan Niken Astrid Ilelapotoa (27) yang jasadnya ditemukan dipantai Salobar Lesane, Kecamatan Kota Masohi pada Selasa (17/08) siang..

Erwin Suailo alias Ewin (40) lahir di Desa Wolu  Kec, Telutih, ditangkap tim Resmob di Pasar Binaya Masohi, Rabu (18/08) dini hari,

Kasus ini menemui  titik terang, setelah Polisi melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari sejumlah warga.

Dari keterangan saksi La Amin yang juga Ketua RT setempat, menerangkan salah satu penghuni kamar Kos, milik Marlina sudah dua menghilang. Pemilik curiga karena kamar tersebut dalam Keadaan tertutup.

La Amin menjelaskan kamar tersebut dihuni satu perempuan dan satu laki-Laki. Penghuni laki-laki tidak terlihat suda tiga hari demikian halnya perempuan.

Marlina sang pemilik kosan menjelaskan, sudah tiga hari korban tidak terlihat. Dari kejadian penemuan mayat itu,dirinya merasa takut dan meminta agar Polisi memeriksa kamar milik yang ditempati korban.

Polisi kemudian bersama Ketua RT dan pemilik tempat Kos melakukan pemeriksaan kamar tersebut dan menemukan sejumlah petunjuk berupa, adanya bercak darah di kasur, Air dalam ember berisi pakaian rendaman bercampur darah, serta  KTP dan Kartu Keluarga Korban.

Dari KTP yang ditemukan Polisi berhasil mengungkap identitas korban bernama Niken Astrid Ilelapatoa  berusia 27 tahun, Warga  RT 01 Desa Piliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Malteng.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh La Teguh (20) dan adiknya, Hariati Tomia (14). Keduanya dalam perjalanan pulang usai menempatkan jaring sekitar pantai Pulo Mas .

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos bermotif loreng, BH warna merah dan celana jeans warna hitam.

Dari hasil pemeriksaan dokter diperoleh keterangan mayat tanpa identitas, dengan tinggi badan sekitar 150 cm, kulit sawo matang, umur sekitar diantara 20 tahun sampai dengan 30 tahun. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *