Warga Dihimbau Tidak Mengambil Paksa Jenazah COVID-19

  • Bagikan
Warga Dihimbau Tidak Mengambil Paksa Jenazah COVID-19

Ambon – Pengambilan paksa jenazah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 oleh pihak keluarga di Ambon maupun Masohi Maluku Tengah, mendapat sorotan dari Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Proivinsi Maluku

Komandan Korem (Danrem) 151 Binaiya, Brigjen TNI Arnold A.P Ritiauw menghimbau warga tidak mengambil paksa jenazah COVID-19, karena rentan terjadi penularan kepada banyak orang terutama kelompok keluarga pengambil.

“Sangat disayangkan ya. Itu sangat berbahaya karena bisa terjadi penularan kepada orang banyak terutama untuk keluarga,” katanya Saat dikonfirmasi Tim Matamaluku.com di sela-sela kegiatan pelaksanaan vaksinasi di tribun lapangan merdeka, Sabtu (17/07)

Brigjen TNI Arnold A.P Ritauw yang juga Plh Ketua Harian Percepatan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Maluku, mengimbau kepada seluruh masyarakat Maluku untuk tetap mematuhi segala aturan terkait penanganan COVID-19 guna memutus mata rantai penyebarannya.

Ia mengingatkan, bahwa pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19, bahkan oleh pihak keluarga sekalipun adalah pelanggaran serius.

Menurutnya, tindakan mengambil paksa jenazah pasien COVID-19, untuk dikembumikan secara normal bisa mengakibatkan dua masalah serius, yaitu penularan kepada orang lain dan  melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Karena untuk memutus mata rantai persebaran COVID -19, diterapkan protokol kesehatan yang harus kita taati termasuk penanganan terhadap jenazah,” ujarnya.

Diungkapkan, penularan virus corona dari jenazah yang terpapar bisa terjadi karena ada kontak langsung, baik tubuh maupun cairan, kepada orang di sekitarnya. Sebab meskipun penularan cairan atau droplet sudah tidak terjadi, tetapi cairan yang terkontaminasi di dalam tubuh dapat menularkan virus.

Adapun proses pemakaman dengan protokol kesehatan adalah untuk memutus rantai penularan COVID-19 antara jenazah penderita dengan orang sekitar. Sehingga pihak keluarga yang berduka dan orang yang biasanya ramai melayat bisa terhindar dari penularan.

Karenanya Ritaiuw mengimbau masyarakat, khususnya pihak kerabat/keluarga dari pasien yang meninggal dunia, untuk mematuhi protokol kesehatan. Dia berharap pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19 tidak terjadi lagi di Sumut karena keselamataan masyarakat luas perlu lebih diutamakan. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *