Usai Geledah Kantor PUPR, Tim Penyidik KPK Bawa 3 Koper Berisi Dokumen

  • Bagikan
Usai Geledah Kantor PUPR, Tim Penyidik KPK Bawa 3 Koper Berisi Dokumen

Ambon – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) di Jalan Yan Paays, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Tim Penyidik KPK tiba dengan empat mobil di Kantor PUPR sekitar pukul 08.00 WIT, dikawal anggota Brimob Polda Maluku bersenjata lengkap.

Proses penggeledahan kurang lebih selama delapan jam. Dari dalam kantor tersebut penyidik berhasil menyita sejumlah dokumen dimasukan dalam tiga koper besar dan meninggalkan kantor PUPR pada pukul 16:00 WIT.

Sehari sebelumnya, Selasa (17/5/2022), Tim penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan dan menyegel sejumlah ruangan di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menyita sejumlah dokumen. Sedikitnya ada lima koper dan satu tas diduga berisi dokumen penting terkait kasus yang menjerat Wali Kota Ambon nonaktif Richard Louhenapessy.

Penyidik juga menyegel dua ruangan di PTSP Ambon menggunakan stiker berlogo KPK.

Selain penggeledahan KPK juga memanggil sejumlah Kepala Dinas (Kadis) untuk diperiksa.

“Tim penyidik melaksanakan upaya paksa penggeledahan dibeberapa lokasi di wilayah kota Ambon yang berada dilingkungan perkantoran Pemkot Ambon pada Selasa (17/5/2022),” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi Tim Matamaluku.com, Rabu (18/5/2022).

Fikri mengatakan penggeledahan dilakukan pada gedung A, B, C dan gedung D di Balai Kota Ambon, diantaranya, ruang kerja Wali Kota tersangka Richard Louhenapessy, ruang kerja Sekretariat Wali Kota Ambon, ruang kerja Kepala Dinas dan Sekretariat Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, ruang kerja Kepala Dinas dan staf kantor Dinas Perhubungan, ruang kerja Kepala Dinas dan staf kantor BPKAD serta beberapa ruangan kerja di kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

“Pada beberapa lokasi dimaksud, ditemukan dan diamankan berbagai bukti diantaranya sejumlah dokumen terkait keuangan termasuk catatan aliran sejumlah uang dan bukti alat elektronik,” kata Ali Fikri melalui pesan singkat di WhatsApp.

Tim penyidik juga telah melakukan penggeeledahan di kantor PT Midi Utama Indonesia  (MID) Tbk Cabang Ambon pada Jumat (13/5/2022).

Dari lokasi ini, ditemukan dan diamankan berbagai bukti diantaranya dokumen dan juga alat elektronik.

“Seluruh bukti-bukti hasil penggeledahan diduga kuat dapat menerangkan dan mengurai seluruh perbuatan para tersangka. Selanjutnya berbagai bukti dimaksud akan dianalisa dan segera disita untuk melengkapi berkas perkara Tersangka RL dkk,” pungkasnya. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.