Tim Jaksa Hitung Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi ADD dan DD

  • Bagikan
Tim Jaksa Hitung Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi ADD dan DD

Maluku Tengah – Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua membentuk Tim untuk menghitung kerugian Negara dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pada dua negeri yang berada di pulau Saparua kabupaten Maluku Tengah.

Tim kejaksaan negeri Saparua melibatkan ahli dari universitas Politeknik Ambon guna bersama – sama selama dua hari menghitung pekerjaan fisik di dua negeri yakni negeri Sirisori Islam  dan negeri Haria yang diduga menyalahgunakan anggaran ADD dan DD.

Kepala Kejaksaan Negeri Saparua Ardy mengatakan tentang pemeriksaan yang di lakukan di kantor Kejaksaan Negeri Saparua Kamis 15/04/2021 menjelaskan, langkah ini dilakukan berdasarkan informasi yang di sampaikan oleh masyarakat dan di tindak lanjuti dengan membentuk tim untuk menghitung fisik bangunan yang di kerjakan mengunakan ADD dan DD serta membuktikan potensi adanya kerugian Negara pada dua negeri tersebut.

Dirinya memaparkan untuk negeri Sirisori Islam tim di lapangan telah menemukan adanya temuan bangunan fisik yang tidak sesuai dengan yang di rencanakan akan tetapi untuk membuktikan berapa besar kerugian Negara, maka  tim ahli yang nantinya  menentukan berapa besar kerugian tersebut.

Ditambahkanya untuk negeri Haria Tim juga menemukan persoalan yang sama dimana ada bangunan yang di buat tidak sesuai dengan klasifikasi tapi semua kerugian baik yang mengunakan ADD maupun DD untuk pembangunan akan dihitung oleh tim ahli yang sementara bekerja dilapangan.

“Karena ini laporan masyarakat yang harus kita tindak lanjuti segera untuk membuktikan potensi adanya kerugian Negara yang di laporkan oleh dua negeri itu baik Sirisori maupun Haria maka kami bentuk tim untuk menghitung fisik bangunan yang mengunakan DD da ADD, Haria pun demikian kita sudah bersama – sama dengan ahli untuk menghitung fisik yang di bangun mengunakan DD dan ADD” Ujar Adry.

Lebih lanjut dikatakan Ardy, pihaknya saat ini telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi, guna dimintai keterangan terkait persoalan dimaksud, sementara dari data yang ada  pekerjan fisik di desa siri sori- Islam  yakni jalan Setapak,Lapangan sepak bola ,rumah Layak huni ,dan rumah tidak layak huni ,Talut penahan tanah dan gorong-gorong yang anggaranya dikeluarkan pada tahun 2018-2019.

Sementara untuk Negeri, Tim jaksa cabang Saparua bersama tim ahli melakukan perhitungan kerugian Negra mulia dari Lapangan bola Volly, jalan setapak, WC MCK dan Rumah layak Huni pada tahun angaran 2018.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *