Mengenal Lebih Dekat Suku Maluku Dengan Kebudayaannya

  • Bagikan
Suku Maluku
Sumber: sopigpsite.files.wordpress.com

Matamaluku.com – Maluku merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan potensi alam dan kebudayaan. Suku Maluku sendiri juga sangat beragam dengan keunikannya masing – masing. Indonesia sudah selayaknya bangga akan kekayaan suku dan budaya tersebut.

Maluku sendiri memiliki populasi penduduk hampir 2 juta jiwa, dan ibu kotanya adalah Ambon. Dahulu Maluku merupakan poros perdagangan dunia, di mana komoditas utamanya merupakan pala dan cengkeh. Dahulu orang – orangnya menyebutnya sebagai “Kepulauan Rempah”.

Maluku sendiri berada di urutan ke – 28 sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak, dan sebagai besar penduduknya merupakan penduduk asli Maluku. Untuk mengenal Maluku lebih dekat, maka penting kiranya mengenali beberapa Suku di Maluku beserta kebudayaannya.

Suku Maluku – Suku Ambon

Suku Ambon merupakan salah satu suku yang mendiami Maluku sejah zaman duhulu. Suku Ambon sendiri berasal dari pulau Ambon, Nusalaut, Seram Barat, Haruku, dan juga Saparua. Suku ini sendiri merupakan campuran dari Austronesia Papua, dengan ciri khasnya kulit hitam dan rambut keriting.

Mayoritas penduduk Ambon tersebut menganut agam Kristen dan Islam. Suku Ambon juga sangat khas, karena bahaya sehari – hari penduduknya merupakan Bahasa Ambon. Sebenarnya Bahasa Ambon tersebut masih menggunakan dialek Melayu, hanya saja penggunannya hanya sebagas Provinsi Maluku saja.

Suku Ambon disebut juga sebagai salah satu suku paling berpengaruh di Maluku, karena sudah mulai melebarkan pengaruh sejak jaman Portugis. Saat ini suku Ambon sudah banyak tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Papua, Jawa Barat, dan juga Jakarta.

Suku Noaulu

Suku Noaulu juga merupakan salah satu suku Maluku asli yang mendiami bagian selatan Maluku, tepatnya di Pulau Seram. Suku Naulu ini umumnya mendiami daerah hulu sungai Nao. Dari sana jugalah nama suku ini berasal. “Noa” artinya sungai, dan “Ulu” artinya hulu.

Suku Naulu sendiri dibagi terbagi dua kelompok, yakni Noaulu Selatan dan Utara. Untuk Suku Noaulu yang mendiami wilayah Selatan, areanya merupakan enam desa di pantai selatan dan Kabupaten Amahai.

Sedangkan Untuk Noaulu yang mendiami wilayah utara, areanya merupakan dua desa di pantai Utara, dan juga Pulau Seram Tengah. Sebagian besar Suku Noaulu masih menganut agama kepercayaan nenek moyang, yang disebut dengan Agama Noaulu atau Nurus.

Suku ini masih sering melakukan ritual adat seperti Patehri (ritual untuk laki – laki yang dianggap dewasa) dan Pinamou (ritual menuju kedewasaan – laki dan perempuan).

Suku Ternate

Di Maluku, Suku Ternate juga termasuk salah satu suku Maluku yang populasinya cukup besar. Suku Ternate sendiri mendiami wilayah Pulau Ternate, yang sudah masuk ke dalam administrasi Maluku Utara. Sebagian lain suku Ternate juga mendiami wilayah Pulau Bacan dan Pulau Obi.

Sebagian besar penduduk Suku Ternate memeluk agama Islam Sunni dan juga Kristen Protestan. Bahasa yang mereka gunakan merupakan Bahasa Ternate, di mana Bahasa tersebut tidak termasuk Bahasa Austronesia. Bahasa ini juga banyak mempengaruhi Bahasa Melayu Maluku.

Penduduk dari suku Maluku ini memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan juga petani. Tanaman yang mendominasi tanah pertanian mereka seperti cengkeh, pala, kelapa, padi, sayur – mayur dan yang lainnya.

Suku Ternate juga dikenal sebagai pelaut yang handal karena potensi lautnya juga sangat melimpah. Beberapa penduduk Ternate juga ada yang bekerja di tambang, karena di daerah ini juga terdapat lokasi tambang.

Suku Tobelo

Suku Maluku lainnya adalah Suku Tobelo. Suku ini sendiri mendiami wilayah daratan Pulau Moratai, dan juga bagian utara Pulau Halmahera. Ada juga beberapa penduduknya yang mendiami wilayah Raja Ampat, Papua.

Masyarakat Tobelo menggunakan Bahasa Tobelo, di mana Bahasa tersebut juga tidak termasuk Bahasa Austronesia. Bahasa Tobelo masuk ke dalam rumpun Bahasa Halmahera Utara. Dialek Bahasa Tobelo ini seperti boeng, gamsung, dodinga dan yang lainnya.

Saat ini masyarakat Tobelo sudah banyak yang memeluk agama Kristen, padahal dulunya Suku Tobelo sangat dekat dengan alam, dan masih memuja roh “goma” dari kepercayaan nenek moyang dan dewa – dewa.

Penduduk Suku Tobelo memiliki mata pencaharian sebagai petani. Komoditas tanamannya meliputi kacang – kacangan, pisang, tebu, damar, cengkih, dan yang lainnya. Orang – orang Tobelo juga ada yang menjadi pelaut dan ada yang berburu di hutan.

Suku Tidore

Suku Tidore juga termasuk salah satu suku Maluku asli. Suku Tidore sendiri mendiami wilayah Maluku Utara, dan ras aslinya adalah Melanesia. Menariknya saat masa penjajahan dulu, Tidore merupakan daerah kesultanan.

Masyarakat Tidore menggunakan Bahasa Tidore dalam berkomunikasi. Hanya saja beberapa orang sudah mulai menggunakan Bahasa Ternate dalam kehidupan sehari – hari. Masyarakat Tidore kebanyakan memeluk agama Islam. Bahkan peradaban Islam di daerah ini sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masjid dan surau yang dibangun.

Kebudayaan Suku Maluku
Sumber: kataomed.com

Sebagian besar orang – orang Tidore berprofesi sebagai nelayan. Hasil lautnya juga sangat melimpah, sebut saja seperti Teripang, ikan tongkol, cumi – cumi dan yang lainnya. Sebagian masyarakat lain ada yang berprofesi sebagai petani, dan ada juga yang berladang dengan sistem nomaden.

Suku Sahu

Di Maluku juga ada suku Sahu yang merupakan penduduk asli Maluku. Penduduk Suku Sahu mayoritas mendiami wilayah Kota Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara. Kabarnya nama Sahu tersebut diberikan oleh kesultanan Tidore pada jaman dahulu.

Masyarakat Suku Sahu memeluk beragam kepercayaan, karena Wilayah Hamahera Barat memang sangat beragam. Orang – orang Suku Sahu lebih banyak memeluk agama Kristen, dan sebagian lainnya memeluk agama Islam. Walaupun beragam, Masyarakat suku ini sangat harmonis.

Penduduk Sahu sendiri lebih banyak yang berprofesi sebagai petani, dan komoditas tanaman utamanya merupakan padi. Bahkan Suku ini memiliki upacara adat “Orom Toma Sasadu” yang merupakan upacara syukuran atas panen sawah yang melimpah.

Suku Tanimbar

Suku Maluku lainnya adalah Suku Tanimbar. Masyarakat ini sering juga disebut sebagai orang – orang Numbar. Orang orang Numbar sebagai besar mendiami wilayah kepulauan Tanimbar, dan merupakan campuran Austronesia – Papua.

Suku Tanimabar ini terbagi ke dalam 3 sub suku, yakni Tomata Yamdena, Tomata Nember, dan juga Tomata Laru. Dalam Bahasa Fordata, kata Tanimbar tersebut asalnya dari kata Tanempar atau Tnebar yang artinya terdampar.

Masyarakat Tanimbar sendiri masih menjunjung sistem hierarki kearifan lokal, di mana hierarki atau status sosial tersebut berasal dari hubungan perkawinan. Untuk kepercayaannya sendiri, sebagai besar masyarakat menganut agama Katolik.

Bahkan saat masyarakat melakukan upacara adat sekalipun, selalu diakhiri dengan doa agama Katolik. Di pulau Yamdena khususnya banyak terdapat goa Maria dan juga Patung Kristus Raja. Hari – hari besar keagamaan masih sering dilaksanakan di daerah tersebut.

Sebenarnya masih banyak suku asli lain dari Maluku yang memiliki keunikan dan kebudayaannya masing – masing. Suku – suku Maluku yang disebutkan di atas hanyalah sebagian kecil.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *