Setelah Vaksin Massal COVID-19 Tahap II Akan Dilanjut Dengan Vaksin Berbayar

  • Bagikan
Setelah Vaksin Massal COVID-19 Tahap II Akan Dilanjut Dengan Vaksin Berbayar

Ambon – Walikota Ambon Richard Louhenapessy pastikan setelah vaksin massal COVID-19 tahap II yang di laksanakan oleh pemerintah kota Ambon berakhir 31 Mei 2021, maka akan dilanjutkan dengan vaksin berbayar bagi pedagang dan pengusaha di kota Ambon.

Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy setelah memimpin apel empat tahun kepemimpinannya di lokasi tribun Lapangan Merdeka Ambon Senin 24/05/2021. Walikota menegaskan telah  ada surat edaran dari pemerintah pusat, untuk ASN, Guru, Pedagang dan Pengusaha, yang akan di vaksin setelah tanggal 31 Mei 2021,  akan di berlakukan vaksin berbayar, di mana sekali vaksin di kenakan biaya Rp.800. 000 untuk setiap orangnya.

Saat ini Pemerintah kota, melalui Dinas Kesehatan kota Ambon sedang melakukan pelayanan penyuntikan vaksin COVID-19 massal tahap ke dua untuk ASN, tukang ojek, sopir, pengusaha, karyawan karaoke, pedagang, serta tokoh – tokoh agama di Tribun Lapangan Merdeka kota Ambon hingga tanggal 31 Mei, mendatang dan pelayanan yang di lakukan saat ini masih bersifat gratis.

Maka dari itu Louhenapessy menghimbau warga untuk segera memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan vaksinasi, karena  vaksin  masih gratis,  mengingat selepas tanggal 31 Mei ini tidak lagi di berlakukan vaksinasi COVID-19 gratis kepada mereka yang termasuk dalam kategori yang saat ini di berikan kesempatan untuk di vaksin.

Untuk masyarakat biasa, kata walikota, setelah tanggal 31 Mei vaksin masih  gratis untuk di suntikan, karena Ini hanya berlaku bagi beberapa kategori dimaksud dan kedepannya, sebelum mendapatkan pelayanan administrasi di pemerintahan, harus memiliki sertifikat vaksin.

“Mumpung ini pelayanan masih gratis, mari vaksin karena sudah keluar surat edaran tentang para karyawan dari perusahaan – perusahan maupun toko itu , setelah tanggal 31 mereka mau vaksin itu harus bayar, itu sudah keluar surat edaran itu 800 ribu itu sudah keluar. Mumpung masih gratis mari, tapi untuk masyarakat tidak, tapi misalnya ada toko A persusahaan A dia karyawan mau vaksin harus bayar, sekarang masih gratis” Ujar Walikota.

Lebih lanjut Walikota menambahkan saat ini, seluruh pelayanan di pemerintahan belum mewajibkan setiap orang melampirkan sertifikat vaksin, dalam setiap pengurusan administrasi. namun nanti bila tingkat vaksin warga kota  telah mencapai 40 persen secara nasional, maka seluruh aktifitas itu harus dilengkapi sertifikat vaksin.

Salah satu contoh, bagi warga yang akan bepergian keluar daerah maupun ke luar negeri maka wajib melampirkan sertifikat mengikuti vaksinasi sesuai ketentuan yang dipersyaratkan. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *