Satu TKA di Bula Positif COVID-19 Setelah Dilakukan Tes PCR

  • Bagikan
Satu TKA di Bula Positif COVID-19 Setelah Dilakukan Tes PCR

Ambon – Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku dr Adonya Rerung membenarkan salah satu Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dari empat orang pekerja perusahaan minyak di Bula, terkonfirmasi positif COVID -19 setelah dilakukan tes usap PCR di Rumah Sakit Umum Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) .

Satu dari empat orang pekerja yang terkonfirmasi merupakan warga lokal setempat.

Ia menjelaskan, TKA terkonfirmasi positif saat yang bersangkutan menjalani pengobatan di RSU Bula karena mengeluh sakit flu dan batuk.

“Ada salah satu pegawai perusahaan pekerja mengalami sakit, flu batuk, bersin, diperiksa rapit antigen di Rumah Sakit Bula ternyata positif, itu sebabnya yang bersangkutan dirawat seperti pasien COVID-19”kata, Adonya Rerung, kepada Tim Matamaluku.com, di Ambon Sabtu (17/07).

Menurutnya, setelah TKA asal Cina tersebut dinyatakan positif, maka Satgas COVID-19 SBT melakukan pelacakan dan penelusuran kepada pekerja perusahaan minyak yang sempat berhubungan dengan WNA tersebut.

“Setelah dilakukan tes cepat antigen, hasilnya empat pekerja dinyatakan positif. Mereka mengaku kontak dengan Cao Changqin sebelum TKA asal Cina tersebut dirawat di RSUD Bula,” katanya.

Dikatakan sample spesimen telah diambil termasuk TKA asal Cina dan dikirim untuk uji laboratorium di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTL-PP) Kelas II Ambon.

Dia telah menginstruksikan Satgas COVID-19 SBT untuk menggencarkan tes antigen sebagai penyaringan awal untuk mengetahui penyebaran virus di wilayah tersebut.

“Saat ini sudah ada 19 sampel hasil Tes PCR yang dikirim ke Ambon untuk diperiksa di BTKL-PP, termasuk empat pekerja perusahaan minyak dan TKA asal Cina tersebut,” katanya.

Sebanyak 14 sampel tes PCR tersebut, masing-masing tujuh orang tenaga kesehatan di RSUD Bula dan tujuh pegawai dari salah satu dinas di SBT.

Rerung juga memastikan tidak ada keterkaitan antara kasus terkonfirmasi TKA dengan tenaga media kesehatan maupun tujuh pegawai salah satu dinas di Kabupaten dengan julukan Ita Wotu Nusa itu. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *