Satgas COVID-19 Perketat Pengawasan Pintu Masuk Pelabuhan di Maluku Tengah

  • Bagikan
Satgas COVID-19 Perketat Pengawasan Pintu Masuk Pelabuhan di Maluku Tengah

Maluku Tengah, Masohi – Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abu, menyatakan, memperketat pengawasan pintu masuk kedatangan maupun keberangkatan di pelabuhan bagi warga pengguna transportasi laut dari dan ke Masohi Ibu Kota Kabupaten itu.

“Pengetatan akan dilakukan di pintu masuk Pelabuhan Tulehu dan Amahai, untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Maluku Tengah, saat ini kasus di Ambon cukup tinggi, oleh karena itu ini perlu kita lakukan”kata Tuasikal, di Masohi (02/07)

Tuasikal Abua yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Malteng, menyebutkan , moda transportasi laut menggunakan kapal cepat maupun kapal motor penyeberangan (KMP), menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan perjalan keluar dan masuk ke kota Masohi dn seterusnya ke daerah lain di Pulau Seram.

“Satgas akan intensif melakukan pengawasan protokol kesehatan di Pelabuhan Tulehu dan Amahai kepada penumpang yang berangkat maupun yang tiba dari Masohi”Katanya.

Dikatakan untuk penerapan protokol, maka telah dilakukan kerja sama dengan pihak pelabuhan. Penumpang yang berangkat maupun tiba, tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu penggunaan masker, pengukuran suhu tubuh dan  mencuci tangan.

Penumpang, juga diwajibkan menggunakan masker sebelum naik ke kapal. Termasuk, pemberlakuan Phisical Distenching (jaga jarak). Pada saat membeli tiket kapal.

Tuasikal juga telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Maluku Tengah, untuk mengawasi volume penumpang 50 persen dari kapasitas daya angkut kapal.

Ultimatum juga disampaikan ke pemilik Kapal Cepat maupun kapal penyeberangan agar mematuhi penerapan social distancing atau sistim jaga jarak di dalam kapal, jika tidak menaati kebijakan Pemda akan diambil tindakan tegas oleh Satgas setempat.

Pengetatan tidak saja terfokus di Pelabuhan Tulehu maupun Amahai tetapi juga untuk kapal-kapal dari Pulau Haruku Saparua, Nusalaut harus mentaati Protokol kesehatan.

Tuasikal Abua menyebutkan, saat ini Maluku Tengah  masih berada pada zona kuning. “Upaya penerapan protokol kesehatan tidak boleh diabakain, karena setiap orang bisa saja terpapar virus tersebut, apalagi melihat kurva kasus terkonfirmasi di Kota Ambon yang semakin meningkat”tandas Tuasikal.

Untuk fasilitas tersedia kata Tuasikal Pemda Maluku Tengah menyiapkan dua rumah sakit sebagai pusat rujukan yakni RSDU Masohi dan RSUD dr Izack Umarella Tulehu.

Disebutkan jika terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi di Maluku Tengah terutama di Masohi Pemda setempat, telah menyiapkan lokasi isolasi terpusat yakni Politeknik Soekarno di Kilo 6 Amahai, satu di Kecamatan Seti dan dua di Saparua. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *