RSUD Saparua Maluku Tengah Kekurangan Dokter Spesialis

  • Bagikan
RSUD Saparua Maluku Tengah Kekurangan Dokter Spesialis

Maluku Tengah, Saparua – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, termasuk rumah sakit di Provinsi Maluku yang masih kekurangan dokter spesialis.

Pihak RSUD Saparua tersebut mengusulkan agar Pemerintah Daerah, baik Kabupaten maupun Provinsi agar menambah ketersedian tenaga dokter spesialis, mengingat hanya dokter umum yang ada di rumah sakit itu.

Kurangnya tenaga dokter spesialis, berdampak pada pasien yang mengalami sakit tertentu harus dirujuk ke Rumah Sakit di Ambon yang memang memiliki dokter spesialis dan fasiltas yang lengkap.

Plt Direktur RSUD Saparua, dr Anderson Souisa mengatakan, selama ini RSUD Saparua hanya memiliki beberapa dokter umum. Meskipun tenaga dokter spesialis masih kurang, pihaknya tetap memberikan pelayanan terbaik. Dimana semua layanan spesialis dasar itu dilayani oleh dokter umum sebelum dirujuk ke Ambon.

Souisa mengatakan, Rumah Sakit yang dibangun tahun 2006 itu, setidaknya membutuhkan tenaga dokter spesialis anak, anastesi, penyakit dalam, dan obgyn. Sehingga, layanan spesialis yang kekurangan itu saat ini masih ditangani dokter luar atau kontrak.

Souisa berharap, adanya penambahan dokter spesialis, layanan kesehatan bagi pasien yang kebanyakan berasal dari Kecamatan Nusalaut, sebagian dari pesisir Pulau Haruku dan Saparua sendiri, dapat ditangani tanpa harus dirujuk ke Ambon maupun rumah sakit lainya.

Ia menambahkan, saat ini RSUD Saparua memiliki fasilitas ruang rawat inap cukup memadai, selain itu juga dilengkapi dengan fasilitas lainnya seperti gedung gizi, gedung farmasi apotek, ditambah yang baru dibangun adalah ruang untuk pasien rawat jalan.

Sejak awal berdiri pada 2006 hingga 2021 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saparua masih kekurangan dokter spesialis. Ada empat dokter spesialis masih kosong. Padahal, keberadaan dokter spesialis sangat penting, karena RSUD tipe C ini sebagai rujukan dari sejumlah puskesmas yang ada di Saparua maupun Nusalaut juga sebagian warga Haruku. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *