Puluhan Mahasiswa Unpatti Gelar Aksi Demo Tolak Penerapan PPKM

  • Bagikan
Puluhan Mahasiswa Unpatti Gelar Aksi Demo Tolak Penerapan PPKM

Ambon – Puluhan Mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar aksi demo menolak penerapan PPKM di Kota Ambon, Senin (19/07).

Pantauan Tim Matamaluku.com di depan Kampus Unpatti tempat digelarnya aksi, Mahasiswa bergerak dari perempatan jalan tugu Leimena  menuju Jembatan Merah Putih (JMP), membawa spanduk bertuliskan Aksi Nasional dari Maluku turunkan Joko Widodo dan Gubernur gagal, serta walikota Gagal.

Dalam orasinya mahasiswa secara bergantian menuntut pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Ambon.

Di kawal personil TNI dan POLRI mahasiwa memblokade jalur jalan Putuhena. Aksi blokade jalan dilakukan para mahasiswa ini membuat arus lalu lintas di depan Universitas Pattimur macet total. Mahasiswa terlihat duduk dan tiduran di jalan.

Sebagian mahasiswa lain juga ikut membakar ban bekas di jalan sambil meneriakkan yel-yel perlawanan terhadap pemberlakuan PPKM di Ambon.

Mahasiwa menyatakan Gubernur Maluku Murad Ismail, Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk turun dari jabatan karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik dalam memimpin daerah ini.

“Pemberlakukan PPKM membuat masyarakat semakin sengsara, yang paling terasa adalah masyarakat kecil, tukang ojek, sopir angkot, pedagang kaki lima pelayan kafe, tukang becak, coba tanya apakah mereka  bahagia atau tidak,”teriak Usman Solissa .

Dalam orasinya ini dirinya juga mempertanyakan pemerintah dalam hal penanganan kasus COVID-19 dimana banyak warga yang meninggal di rumah sakit selalu di vonis COVID-19.

“Ini pertanyaan yang harus di jawab oleh pemerintah. Penerapan PPKM ini justru membuat masyarakat semakin tertekan jadi jangan heran jumlah kasus corona terus meningkat dan pasien meninggal terus bertambah,” katanya

Di lokasi yang sama beberapa mahasiswa yang melakukan orasi juga meminta gubernur, walikota untuk turun dari jabatan karena dinilai kebijakan PPKM yang di selenggarakan hanya menyengsarakan rakyat kecil.

“Pembatasan waktu bagi aktifitas warga baik itu pedagang, pengusaha ini yang mengakibatkan perekonomian merosot bahkan para pengemudi ojek saja susah untuk pembayaran kredit motor mereka”kata mahasiswa yang lain .

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Isack Leatemia mengatakan, sebanyak 227 personel diturunkan mengamankan unjuk rasa, baik di depan Kampus Unpatti maupun di depan Balai Kota Ambon.

Dari pantauan Tim Matamaluku.comterlihat Polisi beberapa kali menghalau massa pendemo di depan gedung Rekotrat Universitas Pattimura dan tugu Leimena dari aksi blokade untuk  mengurai kemacetan di sekitar lokasi demo. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *