Pengalaman Berkesan, Ini 8 Alasan Pulau Maluku Layak Dijadikan Tujuan Wisata

  • Bagikan
Pulau Maluku
Sumber: koreri.com

Matamaluku.com – Pulau Maluku yang terkenal sebagai kepulauan rempah-rempah adalah surga. Jadi tidak perlu heran bahwa sejak jaman penjajahan, pulau ini sudah diincar penjajah untuk dimiliki. Namun ketika Indonesia sudah merdeka, Maluku tetap diincar. Bukan sebagai wilayah jajahan, tapi tempat wisata.

Berwisata di Pulau Maluku tidak seperti di wilayah lain. Anda akan mendapatkan pengalaman yang mengesankan dan tidak terlupakan. Nah, berikut ini adalah alasan kenapa Pulau Maluku layak dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup. Rasakan liburan yang berbeda!

Pengalaman menyelam yang sekelas dunia 

Menyelam adalah salah satu olahraga yang menantang tapi juga menghibur. Bagaimana tidak, menyelam mengharuskan Anda berada di bawah air selama beberapa saat, berenang, dan bertemu beragam makhluk laut secara langsung di habitatnya.

Maluku menjadi lokasi menyelam yang luar biasa dan sekelas dunia, apalagi jika Anda langsung menuju Pulau Halmahera yang merupakan pulau terbesar di Pulau Maluku. Tidak sekadar diving, Anda juga akan disuguhkan pemandangan karang laut yang cantik hingga kapal yang karam.

Dalam laut Halmahera, terdapat lebih dari 600 spesies ikan dan 450 terumbu karang. Tidakkah sayang jika dilewatkan jika berkunjung ke Pulau Maluku? Belum banyak yang menyadari nikmatnya menyelam di sini, jadi masih relatif sepi dan terasa seperti pulau pribadi.

Kaya akan tempat sejarah

Hal yang paling menyenangkan saat berlibur adalah, mengetahui sejarah yang tersembunyi di balik sebuah daerah. Begitu juga dengan Anda jika bertandang ke Pulau Maluku. Sejarah di sini sangat unik dan menyenangkan untuk digali lebih dalam.

Ternate yang merupakan salah kota yang ada di Maluku Utara dan menjadi salah satu penghasil cengkeh terbaik di dunia pada abad ke-18. Inilah mengapa banyak negara yang tertarik dengan Maluku. Walau terkenal sebagai kota penghasil rempah, Pulau Maluku, khususnya Ternate adalah kota modern.

Ini tidak lepas dari masa penjajahan Portugis. Mereka mengajarkan masyarakat mengenai tanaman-tanaman asing yang sebelumnya tidak ada di pulau ini, seperti ketela contohnya. Tidak di situ saja, Portugis juga membangun pendidikan awal. Walau kemudian Pulau Maluku dijajah Spanyol

Banyak makanan enak yang tidak boleh terlewatkan 

Jalan-jalan ke luar kota, apalagi ke Pulau Maluku akan sangat disayangkan jika tidak melakukan wisata kuliner. Mencoba makanan khas daerah setempat akan membuat Anda merasa hangat dan semakin dekat dengan masyarakat sekitar.

Makanan yang harus Anda coba saat pergi ke Pulau Maluku sangat banyak, tapi setidaknya icipi papeda dan sambal tappa. Papeda adalah makanan yang dibuat dari sagu dan merupakan makanan pokok asli orang Maluku dan Papua. Sementara sambal tappa sedikit mirip rujak, tapi ditambah tuna.

Untuk urusan oleh-oleh khas Pulau Maluku, Anda bisa membeli kerajinan kerang yang pasti akan disukai orang tersayang. Atau, jika Anda ingin mencoba oleh-oleh berupa makanan, ada rujak natsepa, kopi sibu-sibu, atau ikan asap. Tenang, makanan tadi bisa awet lama dalam perjalanan.

Masyarakat Maluku yang beragam

Nama Maluku diambil dari bahasa Arab, ‘Jazirat Al-Mulukh’ yang memiliki arti pulau raja-raja. Nama ini diambil dari sebutan para pedagang Islam yang waktu itu hilir mudik ke Pulau Maluku. Ya, Meski dijajah Portugis hingga Spanyol, kesan Islam di pulau ini juga tidak kalah kuat.

Mayoritas orang Islam di Pulau Maluku banyak yang tinggal di Maluku Utara dengan Ternate sebagai ibukotanya. Sementara masyarakat beragama Kristen banyak yang menghuni Provinsi Maluku. Pekerjaan masyarakat orang-orang di sini tidak kalah beragam. Pulau Maluku terkenal beragam.

Jelas kebanyakan dari mereka adalah petani yang bekerja di kebun. Meski dulunya banyak menanam rempah, kini masyarakat mulai banyak berkembang seperti dengan menanam kopi, singkong, dan lain sebagainya. Nilai kekeluargaan orang setempat pun tinggi, jadi perlu khawatir jika ingin main-main.

Kebudayaan yang unik 

Saat mengunjungi Pulau Maluku, Anda akan jatuh cinta seketiak. Tidak hanya karena tempatnya yang indah, tapi karena kebudayaannya yang unik. Meski sekarang teknologi sudah semakin maju, masyarakat masih menjaga adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang.

Salah satunya adalah budaya hawaer yang merupakan budaya berperilaku seperti masyarakat kepulauan Kei. Ini adalah budaya di mana seorang ayah memberikan janur kuning kepada anak perempuannya untuk diikatkan dalam pakaiannya selama dalam perjalanan.

Maksud dari janur kuning ini adalah penolak bala, supaya selama anak perempuannya pergi jauh, tidak akan diganggu oleh orang jahat. Ada juga yang namanya Malam Badendeng yang merupakan malam untuk menari dan berdansa. Tujuannya agar hubungan masyarakat semakin dekat dan akrab.

Kebiasaan makan dengan ikan

Jika nanti Anda menginjakkan kaki ke Pulau Maluku, jangan bingung kenapa banyak tempat yang menyediakan makanan olahan ikan. Ya, ini karena masyarakat setempat menjadikan ikan sebagai santapan utama mereka dan menjadi lauk untuk papeda.

Ini tidak lepas karena keberadaan Pulau Maluku yang berada di tengah-tengah laut. Mereka akan mengolah ikan menjadi berbagai makanan, mulai dari dibakar sampai dibumbu kuning yang lezat. Juga, masyarakat di sana percaya bahwa daging ikan lebih cepat mengembalikan energi.

Daftar Pulau Maluku
Sumber: sifataru.atrbpn.go.id

Saat berlibur, jangan ragu untuk makan banyak. Ini karena kebanyakan orang di Pulau Maluku memiliki porsi makan yang banyak karena mereka melakukan pekerjaan fisik yang berat. Namun yang pasti, harus tersedia ikan di setiap makan. Ikan pun lebih mudah ditemukan daripada daging jenis lain, lho.

Banyak pantai indah yang tidak boleh dilewatkan 

Sangat suka bermain di pantai? Berlibur ke Pantai Maluku adalah pilihan yang tepat. Yang pertama adalah Pulau Ngurtafur dan terletak di sebelah tenggara Pulau Varbal. Pasir putih di sini benar-benar cantik, dengan hamparan laut yang bening dan bersih.

Jika ingin mendatangi Pantai Ngurtafur, sebaiknya pilih antara bulan April dan Mei atau Oktober sampai Desember. Ini adalah waktu terbaik karena  gelombang pantai yang tenang dan cuaca yang cerah. Ada juga Pantai Natsepa yang sayang jika tidak kunjungi.

Pasirnya yang sama putih, tapi pantai satu ini lebih populer di Pulau Maluku dan sering ramai wisatawan. Tidak hanya oleh masyarakat lokal, banyak juga bule yang datang karena tertarik dengan keindahan pantai yang serasa milik pribadi ini.

Penduduknya yang ramah dan bersuara nyaring

Anda pasti tidak heran lagi pasti, mengapa banyak penyanyi Indonesia yang memiliki suara indah dan nyaring. Ini karena cara berkomunikasi mereka yang kebanyakan dengan cara seperti berteriak, tapi ini adalah kebiasaan mereka.

Jangan kaget saat seperti dibentak oleh warga lokal, karena sebenarnya bukan itu tujuan mereka. Bahkan, orang yang berasal dari Pulau Maluku terkenal sangat penyayang. Mereka tidak akan ragu menolong turis yang kesulitan.

Nah, selera humor mereka juga tinggi. Jadi, mereka sangat suka tertawa. Tips untuk Anda yang ingin akrab dengan masyarakat asli, jangan ragu melemparkan guyon. Dengan begitu, mereka akan menganggap Anda layaknya saudara jauh.

Itulah alasan kenapa Anda harus berkunjung ke Pulau Maluku untuk kegiatan wisata berikutnya. Tempat yang sejuk, makanan enak, dan penduduk yang hangat sepertinya akan membuat betah berlama-lama di Pulau Maluku.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *