Peringatan HUT ke-446 Kota Ambon Berlangsung Meriah Walau Diguyur Hujan

  • Bagikan
Peringatan HUT ke-446 Kota Ambon Berlangsung Meriah Walau Diguyur Hujan

Ambon – Hujan yang turun sejak malam hingga di pagi hari waktu pelaksanaan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-446 Kota Ambon, Selasa  berlangsung meriah dan lancar di Lapangan Merdeka.

Walikota Ambon yang juga Upu Latu Elake Amano Nusa Aponno bertindak sebagai Kapitan Upacara, sedangkan bertindak selaku komandan upacara yakni Kepala Kecamatan Teluk Ambon Imelda Tahalele.

HUT Kota Ambon ke-446, merupakan kado terakhir bagi Walikota Ambon Richard Louhenapessy (Upulatu) Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler (Wakil Upulatu) dan Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru, selaku Juru Tulis kota. Seluruh rangkaian upacara menggunakan dialek Ambon.

“Hari ini adalah upacara HUT Kota Ambon yang terakhir bagi beta deng beta pung tamang Wakil Walikota Syarif Hadler juga bersama pak Toni Latuheru juru tulis kota selama ini. Bulan Desember pak Toni su pensiun, taong muka di bulan mei beta deng pak Syarief habis masa tugas, katong tiga mau bilang dankje banyak for samua rakyat Kota Ambon yang su percaya dan dukung Katong selama ini,” ucap Richard Louhenapessy, saat memimpin upacara perayaan HUT Kota Ambon ke-446 di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9).

Meski upacara berlangsung di tengah hujan yang mengguyur Ibu Kota Provinsi Maluku itu, perayaan HUT Kota Ambon dibuka dengan selebrasi tarian tradisional cakalele berupa penari mengenakan baju adat Maluku, sambil membawa bendera tradisional yang disebut “kapata”, dan kain panjang yang melingkar berwarna putih melambangkan  hidup gandong orang basudara di Maluku.

Di tengah acara hujan semakin deras, namun peserta upacara yang diantaranya terdiri dari TNI, ASN, Pramuka, dan pemadam kebakaran, tetap berdiri di tengah lapangan terbuka.

Walikota Ambon dalam sambutannya, mengatakan tema HUT Ambon kali ini ialah “Ambon Tangguh”. Ia menjelaskan, tema ini diartikan sebagai “Kuat paskali, jang kalah deng keadaan, jang mundur, mari toma majo”. Atau dalam bahasa Indonesia yang artinya “Sangat kuat, jangan kalah dengan keadaan, jangan mundur, mari melangkah maju”.

Walikota mengakui, apresiasi yang diberikan warga kota Ambon termasuk kritikan bahkan fitnah dan hinaan menjadi spirit bagi pemerintah kota untuk terus membangun Ambon lebih maju di berbagai bidang pembangunan

“Jika salama ini warga kota seng kasih dukungan for pemerintah kota, maka pemerintah seng bisa bikin banya par kota ini. Untuk itu beta mau bilang dankje banya par masyarakat kota yang su dukung pemerintah kota for melayani dengan semangat. Beta juga mau bilang dankje untuk kritikan, fitnaan deng hinaan serta hoax selama ini,” ucap Walikota

Sebelum menutup sambutan Walikota menghimbau kepada warga kota, untuk tetap menjaga diri, jaga lingkungan dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

“Beta juga mau bilang dankje banya par samua pihak yang su karja keras turut serta dalam penanganan COVID-19 di Kota Ambon” Ujarnya.

Upacara ditutup dengan sosialisasi vaksinasi dengan cara konvoi keliling kota menggunakan spanduk yang menghiasi mobil truk, dan dilanjutkan dengan ramah tamah berlangsung di Balai kota Ambon.

Upacara HUT Kota Ambon ke-446 dihadiri tamu undangan yakni Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno yang juga Wakil Upulatu Maluku, Danrem 151 Binaya Brigjen TNI Arnold A.P Ritiauw, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Jan d Fretes, Ketua, Rektor Unpati M.J.Sapteno,

Hadir pula Ketua dan anggota DPRD Maluku, Ketua dan Anggota DPRD Kota Ambon, Dewan Pengurus APEKSI, yang juga Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Ketua Komisariat Wilayah VI APEKSI, yang juga Walikota Tidore Kepulauan, Capt.Ali Ibrahim, yang diwakili oleh Asisten I, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali  serta sejumlah perwakilan dari TNI dan Polri maupun pejabat lainnya. Selain itu, sejumlah warga juga ikut menyaksikan acara tersebut. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *