Penolakan Perpanjangan Izin HGU oleh Masyarakat Negeri Tananahu Terhadap Perusahaan PTPN XIV Awaia

  • Bagikan
Penolakan Perpanjangan Izin HGU oleh Masyarakat Negeri Tananahu Terhadap Perusahaan PTPN XIV Awaia

Tananahu – Masalah penolakan masyarakat negeri Tananahu terhadap perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan PTPN XIV Awaia di lokasi yang masuk dalam wilayah tanah adat negeri Tananahu kembali mencuat.

Ketua Saniri Negeri Tananahu, Jacob Awayakuane dalam wawancara dengan tim Matamaluku.com menyatakan bahwa pemerintah negeri Tananahu dengan tegas menolak perpanjangan izin HGU kepada perusahaan PTPN Awaia.

Awayakuane menjelaskan bahwa setelah berakhirnya masa kontrak 30 tahun sejak 1982 hingga 2012, pemerintah negeri Tananahu tidak memberikan perpanjangan izin HGU kepada perusahaan PTPN Awaia dengan alasan yang kuat.

Ia menyebutkan bahwa penolakan ini dilakukan karena selama tiga puluh tahun, masyarakat negeri Tananahu tidak mendapatkan manfaat dari perusahaan PTPN XIV Awaia. Selain itu, perusahaan juga tidak memenuhi komitmen dalam perjanjian sebelumnya yang mengharuskan pemberian lahan untuk dikelola oleh masyarakat.

Selama perusahaan beroperasi di tanah adat negeri Tananahu, tidak ada dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat dengan tegas menolak perpanjangan izin beroperasi bagi PTPN XIV Awaia di atas tanah adat mereka.

Pernyataan ini juga dikuatkan oleh pernyataan raja negeri Tananahu, Yulia Awayakuane, yang menegaskan bahwa pemerintah negeri Tananahu tidak akan memberikan perpanjangan izin beroperasi bagi perusahaan PTPN XIV Awaia di atas lahan milik pemerintah negeri Tananahu.

Sebagai informasi, lahan tersebut akan dikelola oleh masyarakat untuk perkebunan yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi mereka. PTPN XIV Awaia dijadwalkan akan mengelola lahan tersebut dengan menanam tanaman seperti kelapa sawit, karet, coklat, dan kelapa.

Izin HGU yang diberikan pada tahun 1982 hingga 2012 telah berakhir dan tidak diperpanjang oleh Badan Pertanahan Nasional. Masyarakat negeri Tananahu tetap teguh dalam penolakan mereka terhadap perusahaan PTPN XIV Awaia di tanah adat mereka.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *