Pemprov Maluku Bentuk TPPL Untuk Percepat Pembangunan Ambon New Port

  • Bagikan
Pemprov Maluku Bentuk TPPL Untuk Percepat Pembangunan Ambon New Port

Ambon – Pembangunan Pelabuhan Ambon Baru (Ambon New Port) di Desa Waai,Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon,  Kabupaten Maluku Tengah akan segera terwujud.

Pelabuhan Ambon baru yang merupakan program strategis nasional (PSN) sekaligus implementasi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) oleh pemerintah pusat.

Untuk merealisasikan mega proyek itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku telah membentuk Tim Persiapan Pembebasan Lahan (TPPL) di ketuai M Saleh Thio mulai bekerja.

Ambon New Port merupakan program strategis nasional itu akan dibangun di atas lahan seluas 200 hektar terletak di Desa Waai, Maluku Tengah.

Tim TPPL yang dibentuk Pemprov Maluku telah melakukan pendataan luas lahan dan untuk sementara sebanyak 471 kepala keluarga (KK) menempati areal seluas 200 hektar yang akan dibebaskan.

Ketua tim persiapan pembebasan lahan, Pemprov Maluku M. Saleh Thio, menjelaskan inventarisasi dan pendataan sudah dilakukan 7 Agustus hingga 7 Oktober 2021.

Sosialisasi sudah dilakukan Pemprov bersama pemerintah Desa Waai pertengahan Juli 2021, hasilnya masyarakat telah menandatangani pernyataan dan komitmen untuk melepaskan lahan tersebut.

Dijelaskan dari 471 KK tercatat hanya 23 KK memiliki sertifikat, 16 KK memiliki bukti kepemilikan tanah dati atau adat, 29 KK memiliki bukti kepemilikan lain dan 403 KK lainnya belum terkonfirmasi memiliki bukti kepemilikan.

Namun diakuinya, jumlah warga terdampak kemungkinan besar masih akan bertambah saat dilakukan penilaian langsung di lapangan.

Tim TPPL katanya akan melakukan verifikasi ulang melalui tahapan konsultasi publik yang direncanakan dilakukan dalam waktu dekat.

Sementara itu Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Maluku,  Ferry Soukota menjelaskan, harga atau nilai jual atau ganti rugi tanah di lokasi pembangunan Ambon New Port, akan ditentukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Soukota menjelaskan untuk melakukan kegiatan pengukuran lahan Ambon New Port, BPN nantinya menurunkan dua tim satgas ke lokasi pembangunan, mengukur keseluruhan luas areal disertai mengumpulkan data yuridis subjek maupun objek tanah.

Raja Negeri Waai, Decky Bakarbessy mengakui, setelah berulang kali dilakukan sosilaisasi, warga Desa Waai menyambut baik rencana pembangunan Ambon New Port di kawasan itu.

Groundbreaking Ambon New Port, sebagai implementasi Lumbung Ikan Nasional itu, dijadwalkan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo November 2021 mendatang. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *