Pemkot Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Dikarenakan Ambon Kembali Masuk Zona Orange

  • Bagikan
Pemkot Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Dikarenakan Ambon Kembali Masuk Zona Orange

Ambon – Pemerintah kota Ambon kembali melakukan evaluasi terkait pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, dikarenakan kota Ambon berada pada zona orange penyebaran COVID-19.

Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat di wawancarai Tim Matamaluku.com di Balai kota Ambon Senin 31/05/2021, menyikapi kembalinya kota Ambon pada zona orange, menjelaskan untuk sekolah tatap muka yang di rencanakan pemerintah akan dikaji dan di evaluasi ulang, karena dirinya belum dapat berandai – andai, apakah akan dibukanya kembali pembelajaran tatap muka dengan melihat kondisi saat ini.

Louhenapessy mengatakan, pelaksanaan suatu kebijakan tentunya harus disesuaikan dengan keadaan wilayah, apakah dapat diterapkan atau justru masih harus ditangguhkan terlebih dahulu, termasuk rencana belajar tatap muka.

Oleh karena itu kata Louhenapessy, Pemkot akan secepatnya melaksanakan evaluasi, tak saja terkait rencana belajar tatap muka tetapi sejumlah kebijakan lain yang diambil lantaran kota Ambon, yang telah kembali menduduki zona orange.

Semua kebijakan termasuk dilakukanya kembali pembelajaran tatap muka harus mempertimbangkan segala resiko yang dapat terjadi, untuk itu uji coba sekolah tatap muka salah satu yang akan di lakukan pemerintah, sama seperti yang di lakukan pada karaoke – karaoke yang tidak semua dapat di buka hanya karaoke yang memiliki persyaratan protokol kesehatan COVID-19, Untuk mengantisipasi munculnya klaster baru penyebaran COVID-19 di Ambon.

“Kita masih kaji dia dengan mempertimbangkan betul segala resiko yang bisa terjadi mungkin juga uji coba kita dulu nanti kita akan lihat sama dengan karaoke, karaoke ini kan juga tidak di buka sekaligus mana yang sudah penuhi persyaratan baru kita uji coba tapi misalnya dalam kenyataan ada klaster baru, kita bisa tinjau lagi” Ujarnya.

Sebagaimana diketahui sesuai dengan petunjuk yang di berikan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud ristek), pembelajaran tatap muka bakal berjalan pada awal tahun ajaran 2021 tepatnya bulan Juli disesuaikan zonasi.

Olehnya itu Walikota menambahkan minggu depan telah ada langkah lain untuk mengatasi permasalahan ini termasuk dengan kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) yang mengharuskan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala Mikro. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *