Pemkot Ambon Kembali Perpanjang PPKM, Tempat Ibadah Kembali Dibuka Kapasitas Hanya 25 Persen

  • Bagikan
Pemkot Ambon Kembali Perpanjang PPKM, Tempat Ibadah Kembali Dibuka Kapasitas Hanya 25 Persen

Ambon – Pemerintah kota Ambon kembali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Level III dengan pelonggaran tempat ibadah kembali dibuka akan tetapi kapasitas hanya 25 persen di wilayah kota Ambon.

Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustav Latuheru  dalam keterangan pers, di Balai Kota Ambon, Selasa (10/08), mengatakan PPKM Level III diperpanjang sesuai Instuksi Menteri Dalam Negeri Nomor 32 tahun 2021 tentang PPKM level III, level II dan Level I, tanggal 09 Agustus 2021,

“Atas dasar itu, maka Instruksi Walikota Ambon yang berlaku sampai dengan tanggal 08 Agustus juga berakhir”kata Letuheru

Disebutkan Walikota Richard Louhenpaessy menerbitkan Instruksi Nomor VII tanggal 09 Agustus 2021 untuk memperpanjang PPKM berbasis Mikro Level III dari tanggal 9 – 23 Agustus 2021.

“Instruksi Walikota sebelumnya yakni nomor 6 tahun 2021 sudah habis masa berlaku, sehingga diterbitkan instruksi Walikota nomor 7 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro Level III dan Pengoptimalan Posko Penanganan COVID-19 Tingkat RT/RW Desa, Negeri, dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19,” terangnya.

Pada regulasi terbaru ada sejumlah perubahan dari Instruksi Walikota sebelumnya. Perubahan itu diantaranya; pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, rumah kopi dan sejenis) yang berada pada lokasi tersendiri dan ruang terbuka, berlaku jam operasional hingga 21.00 WIT dengan kapasitas 50 persen.

“Jam operasional ini berlaku untuk makan di tempat atau dibawa pulang, tanpa ada pembatasan waktu makan 30 menit seperti Instruksi Walikota sebelumnya,” sebutnya.

Selanjutnya untuk pelaksanaan kegiatan ibadah (Mesjid, Mushola, Gereja, Pura dan Vihara serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dengan pengaturan kapasitas 25 persen dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah dirumah, dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.

“Perubahan lainnya adalah kegiatan olahraga/pertandingan olahraga diperbolehkan dan diselenggarakan tanpa penonton atau supporter dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat; juga kegiatan olah raga mandiri/individual dapat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,” jelasnya.

Sementara itu untuk pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan, (lokasi seni, budaya, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan, dapat dilaksanakan dengan mendapatkan persetujuan/rekomendasi dari Satgas COVID-19 Kota Ambon. Sedangkan untuk kegiatan hajatan dan pernikahan, imbuhnya, diperbolehkan dengan kapasitas 25 Persen, namun tidak mengadakan makan minum ditempat acara.

Dijelaskan Sekot, ketentuan lainnya dalam instruksi Walikota Nomor 7 Tahun 2021 masih sama dengan instruksi Walikota sebelumnya yaitu untuk kegiatan pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, jam operasional pasar, pertokoan, Mall dan Pusat Perbelanjaan, kegiatan SPBU dan transposrtasi umum. Termasuk syarat perjalanan dengan moda transportasi udara dan laut serta perjalanan orang masuk – keluar wilayah kota Ambon.

“Untuk pembelajaran tatap muka terbatas, sementara belum dapat kita laksanakan karena saat ini Ambon masih berada di Zona Oranye atau Resiko Sedang dalam Peta Resiko Penyebaran COVID-19 Provinsi Maluku, dan vaksinasi massal untuk anak usia 12 – 17 tahun masih sementara berjalan,”kata Sekot. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *