Pemkot Ambon Belum Dapat Pastikan Kerugian Akibat Bencana Banjir dan Longsor

  • Bagikan
Pemkot Ambon Belum Dapat Pastikan Kerugian Akibat Bencana Banjir dan Longsor

Ambon – Pemerintah kota (Pemkot) Ambon melalui dinas teknis telah menghitung kerusakan banjir dan longsor yang disebabkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kota Ambon beberapa hari belakangan.

Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru yang di konfirmasi di Balai kota Ambon, Selasa (13/07), belum dapat memastikan besaran kerugian yang ditimbulkan bencana tersebut, karena masih dilakukan oleh tim teknis yang ditugaskan untuk melakukan pendataan dilokasi bencana.

Dijelaskan, sejumlah lokasi bencana telah dikunjungi  Walikota, Wakil Walikota dan dirinya bersama kepala OPD lingkup Pemkot Ambon. Saat ini pemetaan lokasi bencana sedang  dibuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR kota Ambon, guna menentukan lokasi bencana yang menjadi kewenangan pemerintah kota dan pemerintah provinsi Maluku juga bagian pemerintah pusat.

Latuheru menjelaskan dari hasil tinjauan diketahui mana bagian kerusakan yang akan di tangani oleh pemerintah kota Ambon dan langkah – langkah penanganan diikuti perbaikan telah diambil .

“Saat ini tim ahli dari instansi terkait yakni BPBD dan dinas PUPR  kota Ambon  sementara berada di lokasi kerusakan bagian dan tanggungjawab  pemerintah kota untuk   menghitung jumlah kerugian dari dampak akibat longsor dan banjir yang terjadi”jelasnya

Diketahui intensitas hujan cukup tinggi dan merata di Pulau Ambon sejak Sabtu hingga minggu (11/07) malam, berdampak bencana longsor dan banjir di sejumlah tempat di Kota Ambon.

Sejumlah wilayah di kota Ambon terdampak bencana longsor dan banjir, akibat intensitas curah hujan cukup lebat seperti di Kecamatan Sirimau dan Teluk Ambon dan Kecamatan  Baguala.

Di Kecamatan Baguala longsor terparah terjadi di Halong tepatnya ruas  Jln.Piere Tendean, sedangkan Teluk Ambon di Desa Hative Besar. Untuk Kecamatan Sirimau terdapat titik longsor diantaranya Batumerah, Hative Kecil, Soya, Dan Waihoka.

Sekot menambahkan Pemerintah Kota telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian PUPR, untuk secepatnya melakukan perbaikan di titik longsor Jln Piere Tendean yang merupakan ruas jalan nasional, sehingga akses menuju dan sebaliknya dari kota Ambon dapat berjalan normal.

Koordinasi yang sama juga telah dibangun dengan Dinas PUPR Provinsi Maluku. Untuk kawasan longsor yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Ambon langsung ditangani Dinas PUPR Kota.

Tanggap bencana telah diambil Pemkot Ambon, dengan menyalurkan bantuan daurat bagi warga terdampak seperti terpal, gerobak, karung dan sekop dari BPBD, untuk pembersihan material.

Untuk mempercepat penanganan pascah bencana Walikota menginstruksikan seluruh kepala Kecamatan menginventarisir kerugian sebagai akibat dari dampak longsor maupun banjir. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *