Pembangunan Pos Pemantauan Pemadam Kebakaran yang Sempat Tertunda Akan Dibangun Tahun 2021

  • Bagikan
Pembangunan Pos Pemantauan Pemadam Kebakaran yang Sempat Tertunda Akan Dibangun Tahun 2021

Ambon – Rencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kota Ambon untuk membentuk sekaligus membangun satu pos pemantauan pada  kecamatan Teluk Ambon yang sempat mengalami penunda beberapa kali , dipastikan tahun ini akan segera dibangun.

Pembangunan Pos Pemantauan Pemadam Kebakaran

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan (Damkar) kota Ambon Muhammad Latupono saat di wawancarai Tim Matamaluku.com di Balai kota Ambon Jumat 16/04/2021. Ia menjelaskan Damkar telah merancang untuk membentuk dan membangun pos pemantu di kecamatan Teluk Ambon, yang sempat tertunda beberapa waktu lalu, dikarenakan  dalam proses finalisasi anggaran di pending.

Dijelaskanya walaupun sempat tertunda dan di pending, namun dipastikan dalam tahun 2021 ini akan terealisasi, hal ini di karena anggaran tersebut masuk di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  kota Ambon.

Latupono mengatakan pos yang akan di bentuk di sekitar desa Wayame teluk Ambon ini berdasarkan UU nomor 23 tahun 2014 pemerintahan daerah   yang di haruskan setiap kecamatan wajib mempunyai pos pemantau kebakaran sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) 15 menit tiba di lokasi untuk memadamkan kebakaran.

Dirinya berharap di tahun – tahun ke depanya seluruh pos pemantau di setiap kecamatan dapat terealisasi  untuk menjawab sesuai dengan UU dan tugas yang di embankan kepada Damkar yang selalu siap siaga untuk membantu warga kota dalam melakukan pemadaman kebakaran dan juga penyelamatan lain tepat pada waktunya.

“Beberapa kali ini katong sudah rancang dia untuk di masukan dalam APBD namun saat proses realisasi anggaran kemudian pending, jadi di tahun ini pasti dia terealisasi karena karena dia masuk di DPA dinas PUPR , nanti pos tersebut akan berada di kecamatan teluk dalam” Ujar Latupono.

Lebih lanjut dikatakan Latupono, Pembentukan pos pantau Damkar pada setiap kecamatan harus dilakukan sehingga tidak ada lagi asumsi masyarakat saat terjadi kebakaran tim pemadam tiba di lokasi, api telah padam.

Ditanya soal berapa unit kendaraan yang akan di tempatkan pada setiap pos kebakaran Latupono menjelaskan setiap pos pantau akan di tempati tiga unit mobil pemadam dan jika di bentuk untuk lima kecamatan yang ada di kota Ambon, maka Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kota Ambon masih membutuhkan tiga unit kendaraan lagi untuk di oprasikan di kecamatan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *