Pawai Malam Takbiran di Kota Ambon Mendapat Pengawalan Ketat Dari Aparat

  • Bagikan
Pawai Malam Takbiran di Kota Ambon Mendapat Pengawalan Ketat Dari Aparat

Ambon – Pawai malam takbiran, ribuan warga umat muslim di kota Ambon tumpah ruah di sejumlah ruas jalan baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua yang dipusatkan pada sejumlah titik dalam kota Ambon.

Pantauan Tim Matamaluku.com pada lokasi simpang AM Sangaji, depan masjid Raya Al-Fatah hingga Tugu Trikora, terlihat ribuan warga terutama umat muslim turun ke jalan-jalan melaksanakan pawai malam Takbiran dengan mendapatkan pengawalan ketat aparat keamanan pada sejumlah ruas jalan yang dilewati.

Terlihat aparat kepolisian bersama TNI dibantu Satgas dan dinas Perhubungan, melakukan penyekatan beberapa ruas jalan, agar tidak dilewati oleh warga yang melakukan pawai malam Takbiran.

Mulai dari depan masjid Al-Fatah Ambon, warga berkeliling ke jalan AM Sangaji, melewati Tugu Trikora memutar masuk ke Perigi Lima, melewati kawasan Waihaong, Masjid Jame selanjutnya tiba kembali ke depan masjid raya Al-Fatah Ambon.

Konvoi baik berjalan kaki maupun dengan kendaraan roda dua, dilakukan beberapa kali dengan tetap mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI yang ditempatkan pada sejumlah ruas jalan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan pawai berjalan dengan aman dan lancar.

Sementara pada kawasan Batu Merah yang menjadi salah satu jalan utama masuk keluar kendaraan dalam kota Ambon dipadati ribuan warga muslim yang juga ingin melaksanakan pawai malam Takbiran.

Kapolresta pulau Ambon, Leo Surya Nugraha Simatupang yang turun langsung ke lokasi Kawasan Batu Merah hingga ke Jalan Jenderal Sudirman saat di wawancarai, mengakui sempat terjadi kemacetan akibat berkumpulnya warga yang ingin menerobos masuk ke dalam pusat kota Ambon namun disekat oleh petugas.

Setelah diberikan himbauan serta tindakan tegas oleh petugas, maka perlahan masa bisa dikendalikan untuk tidak memaksakan diri melakukan pawai masuk ke pusat kota Ambon, langkah ini dilakukan kata Kapolresta, hanya semata ingin menerapkan protokol kesehatan, guna mengantisipasi terjadi penumpukan masa dalam jumlah besar pada satu lokasi.

“Sebenarnya yang kita lakukan ini bukan pos penyekatan tapi, pos penegakan peraturan disiplin protokol kesehatan, jadi kami harapkan tidak ada konvoi, tidak ada keramaian, tidak ada kerumunan yang bisa menyebabkan terjadinya penyebaran COVID-19 kembali, Ambon saat ini zona kuning kita harus pertahankan, kita harus mendapatkan zona hijau untuk Ambon” Ujar Kapolresta.

Selama perayaan malam Takbiran yang dilaksanakan oleh warga kota Ambon tertutama umat muslim yang dimulai selepas sholat Isya, di beberapa lokasi, semuanya berjalan dengan aman dan lancar walapun sempat terjadi ketegangan antar warga dengan aparat, namun semuanya bisa tertangani dengan baik hingga masa kembali ke rumah masing-masing.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *