Pasien COVID-19 Berkurang, Pemkot Tutup Seluruh Rumah Sakit Lapangan

  • Bagikan
Pasien COVID-19 Berkurang, Pemkot Tutup Seluruh Rumah Sakit Lapangan

Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, menutup seluruh Rumah Sakit Lapangan (RSL) yang selama ini digunakan untuk merawat pasien terkonfirmasi COVID-19.

Penutupan RSL itu, menyusul tingkat pasien terkonfirmasi positif di Kota Ambon menurun.

”Saat ini hanya tersisa 29 pasien terkonfirmasi positif, mereka ada yang dirawat di rumah sakit, ada juga memilih melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing”kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz di Balai Kota Ambon, Selasa (28/09).

Puncak pasien terkonfirmasi melambung pada Juni hingga Agustus lalu, setidaknya Pemkot Ambon membuka kurang dari 10 RSL, baik Hotel, Guest House, Balai Diklat termasuk Asrama Haji.

“Dengan demikian saat ini tiga rumah sakit lapangan yang sebelumnya digunakan untuk menampung pasien terkonfirmasi COVID-19 untuk sementara di tutup, mengingat beberapa minggu terakhir pasien terkonfirmasi terus berkurang dan angka kesembuhan cukup tinggi di kota Ambon”ujar Adriaansz.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian kota Ambon ini, berharap kondisi saat ini tetap dipertahankan, karena naik turunnya kasus COVID-19 tergantung kepada kesadaran masyarakat.

“Jika masyarakat tetap patuh dan taat menjalankan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, serta menghindari kerumunan maka dipastikan keadaan Kota Ambon akan terus membaik”sebutnya.

Kesadaran dan perilaku warga senantiasa menerapkan prokes dirinya optimistis perubahan zonasi kuning menjadi hijau dapat tercapai sehingga berdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II akan berubah juga  menjadi  PPKM Level I atau zona aman.

“Kami berharap warga senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan di manapun berada, warga juga wajib terlibat langsung ikut serta dalam vaksinasi hal ini yang akan membuat kota Ambon dapat keluar dari zona rendah menjadi zona aman penyebaran COVID-19”tambahnya. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *