Pasca Pembongkaran Gedung Putih, Pasar Taantui Masih Sepi Pembeli

  • Bagikan
Pasca Pembongkaran Gedung Putih, Pasar Taantui Masih Sepi Pembeli

Ambon – Pasar Tantui Ambon, Sabtu (26/06) terpantau masih sepi pasca pembongkaran kios dan lapak kawasan gedung Putih Mardika oleh Pemkot Ambon pada Rabu (24/26) kemarin. Sejumlah kios dalam pasar yang berada tidak jauh dengan RS.Siloam itu masih terlihat kosong dan belum ditempati oleh para pedagang.

Padahal Pemkot Ambon menyiapkan pasar itu sebagai salah satu pasar alternative bagi pedagang yang direlokasi dari pasar Mardika pasca pembongkaran.

Kalaupun ada yang berjualan itu adalah pedagang yang sudah menempati lokasi itu sejak beberapa bulan lalu sebelum rencana relokasi pedagang dari pasar Mardika.

Kepada Tim Matamaluku.com,  Ibu Cici salah satu pemilik warung makan mengaku, sejak pembongkaran pada Rabu hingga Sabtu pagi, belum ada pedagang yang menempati kios-kios yang ada, tetapi sudah ada yang melaksanakan aktifitas perbaikan beberapa kios untuk ditempati nantinya.

“Memang sudah ada yang datang lihat-lihat ada juga yang bikin betul kios yang mungkin rusak” kata Cici

Ibu Ica salah penjual mainan anak-anak di lokasi pasar itu mengakui sudah ada beberapa pedagang yang datang melakukan perbaikan kios untuk nantinya ditempati berjualan. Ica juga mengaku telah menempati pasar Tantui sejak bebrapa bulan lalu.

“Ini masih sepi belum ada yang dari Mardika yang pindah ke sini, memang ada beberapa yang sudah datang mulai perbaiki kios tetapi mereka belum berjualan”ungkap Ica

Dia mengakui, aktifitas jual beli di kawasan pasar itu masih sepi karena hanya beberapa pedagang yang melakukan aktifitas berdagang non pangan seperti berjualan sepatu, tas dan mainan termasuk warung.

Baik Cici maupun Ica mengaku hanya pasrah walauaun saat ini situasi dan kondisi pasar tersebut masih sepi pembeli. Keduanya optimis pasar itu akan ramai pembeli kalau semua kios dipasar itu terisi oleh pedagang yang lain.

Diketahui, Pemkot Ambon, Rabu (24/06) melakukan pembongkaran lapak jualan pedagang kaki lima di kawasan pasar gedung putih Mardika. Proses pembongkaran sempat diwarnai aksi penolakan dari pedagang kaki lima dan mahasiswa.

Selama waktu revitalisasi pasar Mardika, Pemkot Ambon menyediakan tiga pasar untuk merelokasi para pedagang yakni pasar Apung,Pasar Tantu dan Pasar Transit Passo. Pasar-pasar itu wajib difungsikan hingga revitalisasi pasar Mardika rampung.

Revitalisasi pasar tradisional Mardika, dibangun dengan konsep modern terintegrasi dengan areal komersial, untuk memudahkan masyarakat berbelanja kebutuhan pokok, sekaligus akses transportasi.

Revitalisasi pasar multi-years itu dibangun dengan konsep empat lantai di atas lahan seluas 7,29 meter persegi, diperkirakan dapat menampung kurang lebih 2000, los dan kios jualan.

Lantai satu pasar itu, nantinya mampu menampung sebanyak 586 meja los pedagang, 20 unit kios, termasuk pos keamanan, musholla juga  parkiran motor dan mobil.

Sedangkan Lantai dua terisi 742 unit meja los, lantai tiga akan dibangun 389 unit kios, dan lantai empat dibangun ruang dagang yakni kios 146 unit, los 104 unit, ruang pujasera masing- masing 10 dan 12 unit.

Pasar ini diharapkan dapat menampung pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan, sehingga seluruh aktivitas jual beli berlangsung dengan baik. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *