Mari Bahas Tentang Berbagai Pakaian Adat Maluku!

  • Bagikan
Pakaian Adat Maluku
Sumber: seringjalan.com

Matamaluku.com – Bahasan soal fashion tradisional tentu menarik. Pada artikel ini, mari bahas bersama soal pakaian adat Maluku. Mari bahas bersama tentang serba – serbi pakaian adat ini pada artikel berikut!

Keunikan Pakaian Adat Maluku

Hal yang paling menarik dari pakaian tradisional Maluku adalah tradisi, aksesoris dan juga detail pakaiannya. Pakaian tradisional umumnya memang kompleks. Tapi untuk pakaian Maluku ini, Anda bisa lihat ada unsur minimalis.

Dibandingkan pakaian tradisional kraton Yogyakarta misalnya, pakaian dari Maluku lebih mudah dikenakan. Baik pakaian wanita dan pria, semua simpel dan tidak makan banyak waktu dipakai. Aksesoris yang digunakan juga lebih simpel. Mulai dari daleman, rompi dan juga sabuk adalah bagian utamanya. Bandingan hal ini dengan pakaian tradisional Yogyakarta yang harus pakai keris, blangkon dan masih banyak aksesoris lainnya.

Dari segi tradisi, pakaian adat ini juga menarik. Setiap strata tradisional Maluku ternyata memiliki gaya pakaian adat tersendiri. Pakaian tradisional untuk raja akan berbeda untuk bangsawan dan akan berbeda untuk rakyat biasa. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri dari pakaian adat yang satu ini.

Penggunaan Pakaian Adat Maluku

Penggunaan pakaian adat ini tentu tidak asal. Tiap baju adat memiliki makna tertentu. Penggunaan yang paling umum adalah upacara adat. Dalam perayaan – perayaan tertentu, banyak orang yang ikuti acara ini harus gunakan pakaian adat lengkap.

Pakaian yang digunakan juga harus disesuaikan dengan acara. Beberapa acara harus menggunakan pakaian dengan strata kerajaan. Tapi di acara lain, penggunaan pakaian adat boleh lebih modern. Sebagai contoh perpaduan kebaya modern dengan aksesoris pakaian adat Maluku.

Daftar Pakaian Adat Maluku
Sumber: www.yuksinau.id

Dalam pernikahan, pakaian adat juga sangat relevan. Anda yang ingin menikah adat Maluku, pasti butuh seragam baju adat ini. Baik tamu penting, keluarga dan para staff akan lebih baik jika menggunakan pakaian adat selama acara pernikahan.

Jenis Pakaian Adat Maluku yang Populer

Setelah tahu bagaimana pakaian adat ini digunakan, sekarang waktunya melihat pakaian adat Maluku yang populer digunakan. Perlu diingat bahwa list di bawah ini hanya sebagian dari banyak pakaian adat Maluku yang ada. Setiap suku dan bagian Maluku bahkan memiliki versi pakaian yang mirip tapi sebenarnya adalah hal yang berbeda.

Tapi untuk sekedar tahu pakaian mana saja yang sering digunakan hingga saat ini, mari bahas jenisnya berikut ini:

Manteran Lamo

Manteren Lamo adalah pakaian tradisional yang berasal dari kerajan Ternate dan Tidore. Manteren Lamo hanya dikenakan oleh pria. Berdasarkan catatan sejarah, pakaian adat ini hanya digunakan para sultan kerjaan Maluku Utara. Walaupun sudah tua, pakaian ini masih dikenakan untuk perayaan adat di Maluku Utara sampai sekarang.

Komponen utama Manteren Lamo adalah jas merah dengan bordir emas. Tepian jas diberi detail lebih complex. Semakin rumit detail ini, makin tinggi juga kualitas pakaiannya. Selain itu, pakaian ini dilengkapi celana hitam dan aksesoris kepala.

Kimun Gia

Kimun Gia adalah pakaian adat untuk wanita Maluku. Pakaian ini digunakan para permaisuri Sultan. Pakaian ini tampak seperti kebaya putih biasa pada awalnya. Tapi detail dan bahan yang digunakan sedikit berbeda. Pakaian ini menggunakan bahan satin dan bawahannya menggunakan kain songket.

Kimun Gia juga dilengkapi banyak aksesoris. Contoh saja ikat pinggang emas, selendang merah dengan corak detail dan juga hiasan kepala. Pakaian ini memiliki kesan mewah dan manis karena sering dipadukan dengan perhiasan emas dan berlian.

Baju Koja

Pakaian ini merupakan derivasi pakaian tradisional Maluku Utara. Penggunaan Baju Koja dimulai dari golongan muda mudi bangsawan dalam sejarah. Sampai sekarang pakaian ini tergolong pakaian adat simpel yang mudah digunakan secara semi formal.

Pakaian ini terdiri dari dominasi warna kuning dan hijau. Untuk pemuda, pakaiannya menggunakan jubah pancang dan celana bahan. Sedangkan untuk pemudi, pakaian ini terdiri dari kebaya dan songket dengan corak warna sama.

Pakaian Baniang

Pakaian Baniang adalah modifikasi pakaian tradisional suku Jawa yang tinggal di Maluku. Pakaian ini akhirnya menjadi populer dan bahkan digunakan oleh para penduduk local. Penyebaran pakaian adat ini tergolong baru dibandingkan jenis pakaian adat lain. Tapi karena tampilannya menarik, penyebarannya cepat diserap.

Untuk pria, pakaian ini terdiri dari kemeja baniang putih dengan kancing hitam kecil. Kemeja ini mirip dengan pakaian adat Maluku biasa, tapi bedanya terletak pada kerah. Pada layer luar, lelaki juga bisa tambahkan jas atau rompi hitam. Sedangkan untuk wanita, mereka mengenakan kebaya putih dengan corak tipis dan dalaman.

Kebaya Gereja

Banyak orang di Maluku memegang agama kristiani. Mereka tentu sering ke tempat ibadah gereja di era dulu. Pakaian mereka ke gereja adalah yang memunculkan pakaian tradisional ini. Tampilannya mirip dengan set pakaian adat Jawa, tapi dibuat dengan sentuhan detail Maluku.

Biasanya pakaian ini berupa kebaya hitam bagi para wanita. Sedangkan para pria mengenakan setelan celana bahan, jas hitam dan juga kemeja panjang. Bagian kemeja panjang biasanya memiliki detail lebih pada area kancingnya.

Baju Nona Rok

Para orang Maluku tentu punya adat pesta rakyat. Pada acara pesta ini, Anda akan melihat para wanita yang mengenakan pakaian khusus dan berdansa di panggung. Pakaian yang dikenakan para wanita itu merupakan modifikasi baju Kimun Gia.

Baju ini menggunakan tambahan kain lenso dan juga hiasan kepala yang lebih mencolok. Baju Nona Rok umumnya terdiri dari kebaya putih Maluku, kain sarung merah atau hitam dan juga bawahan dengan corak keemasan.

Perkembangan Pakaian Adat Maluku Saat Ini

Pakaian adat Maluku tentu masih digunakan sampai saat ini. Karena itu, tampilannya juga selalu berkembang. Perubahan dan twist yang diberikan pada pakaian adat ini cukup menarik dibahas. Beberapa perubahan masih menjaga atribut yang kompleks. Tapi ada juga yang memadukan dengan style modern yang sederhana dan mudah digunakan sehari – hari.

Contoh yang paling umum adalah modifikasi Pakaian Baiang dan Kebaya Gereja. Kedua pakaian adat ini sederhana pada dasarnya, jadi tidak aneh jika dikombinasikan dengan gaya pakaian modern. Anda bisa cek Kebaya Gereja yang stylenya menggunakan baju koko. Walaupun memiliki akar di agama Kristiani, modifikasi ini bisa diaplikasikan untuk perayaan hari raya Ramadhan.

Untuk baju adat yang lebih kompleks seperti Manteran Lamo, hal ini jarang dijumpai dengan modifikasi. Karena memiliki nilai adat yang tinggi, sedikit orang berani melakukan modifikasi untuk pakaian ini. Bisa dibilang, bagi masyarakat Maluku, modifikasi pakaian ini bisa jadi penghinaan bagi budaya mereka. Jadi bagi Anda yang tertarik kembangkan pakaian tradisional Maluku, pastikan konsultasikan dulu. Jangan sampai, niat baik Anda memperkenalkan pakaian adat ke khalayak ramai jadi sebabkan drama.

Bagaimana menarik bukan bahasan pakaian tradisional Maluku ini? Mudah – mudahan Anda jadi makin tertarik dengan pakaian adat Maluku. Terima kasih sudah baca artikel ini!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *