Oknum Guru SMA Kristen Tual Dipolisikan Atas Kekerasan Terhadap Siswa

  • Bagikan
Oknum Guru SMA Kristen Tual Dipolisikan Atas Kekerasan Terhadap Siswa

Tual – Manuel Z Masbaitubun Guru SMA Kristen Kota Tual, Maluku Tenggara dilaporkan ke Polisi atas dugaan penganiayaan terhadap salah seorang siswa bernama Theresia Rahabear.

Theresia Rahabear, diduga mengalami tindakan kekerasan saat proses belajar mengajar di sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Terungkap bukan saja korban Theresia yang mengalami penganiyaan tetapi juga dua rekan siswa lainnya.

Keluarga korban didampingi kuasa hukum dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tual, Dahlan Rengifuryaan, Kamis 23 September 2021,mendatangi Polres Tual membuat laporan Polisi atas insiden tersebut.

Kuasa hukum korban, Dahlan Rengifuryaan, kepada Tim Matamaluku.com mengatakan, kedatangan ke Polres Tual mendampingi kliennya untuk membuat laporan Polisi atas dugaan kekerasan terhadap korban Theresia yang di bawah umur.

“Sesuai pengakuan korban, tindakan kekerasan yang dialami bersama dua rekannya terjadi dalam ruang kelas dimana mereka bertiga dipukul sebanyak 100 kali pada bagian betis kaki hingga membuat betisnya bengkak”kata Dahlan.

Usai memasukan laporan, keluarga bersama kuasa hukum membawa korban untuk di divisum di Rumah Sakit Umum Daerah Langgur.

Dhalan menyatakan akan tetap mengawal proses dugaan penganiyaan tersebut, untuk memastikan seluruh tahapan hukum dapat berjalan sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku, guna memberikan efek jerah kepada siapapun yang dengan sengaja melakukan tindakan kekerasan terhadap anak.

Sementara itu salah satu kerabat korban Soleman Rahabeat menceritakan kronologis hingga persoalan kekerasan tersebut diketahui keluarga yakni saat pulang dari sekolah korban terlihat berjalan dengan kondisi kaki  pincang sehingga menimbulkan kecurigaan keluarga.

“Alhasil dari pengakuan korban, ternyata diketahui korban tersebut mengalami aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru disekolah dengan cara dipukul pada bagian betis sebanyak 100 kali masing-masing 50 kali dikaki bagian kanan dan 50 kali pada kaki bagian kiri”kata Soleman.

Atas perbuatan oknum guru tersebut, pihak keluarga korban yang awalnya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan, namun karena peristiwa ini telah dua kali terjadi, sehingga keluarga korban berinisiatif melaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum

“Saat mengetahui kondisi korban, saya langsung  mendatangi sekolah dan meminta agar oknum guru tersebut mendatangi kami agar diselesaikan secara kekeluargaan tetapi tidak mendapat respons, sehingga kami membuat laporan Polisi.   Ini bukan yang pertama kali terjadi tetapi sudah dua kali, kami berharap dengan proses hukum ini kedepannya kasus yang sama tidak lagi terjadi disekolah bagi siswa”kata Soleman

Sementara pihak sekolah hingga berita ini diturunkan belum dapat dihubungi, termasuk guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *