Mendag Soroti Kaos Impor Murah yang Diduga Masuk Secara Ilegal

  • Bagikan
Zulkifli Hasan 3
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan

Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mencurigai adanya indikasi bahwa kaos impor yang dijual dengan harga Rp50.000 per lembar di pasaran telah masuk ke Indonesia secara tidak sah.

“Misalnya kaos, jika masuk ke sini (Indonesia), dikenakan bea masuk Rp60.000. Jadi, jika ada kaos impor yang dijual dengan harga Rp50.000, itu tidak mungkin, berarti cara masuknya tidak benar,” ujar Zulkifli dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (8/7).

Zulkifli menjelaskan bahwa jika terdapat kaos impor yang dijual di bawah tarif bea masuk sebesar Rp60.000 per lembar, besar kemungkinan barang tersebut masuk ke Indonesia secara ilegal.

“Pokoknya itu masuknya tidak benar, karena jika kaos masuk ke sini dikenakan tarif Rp60.000 per lembar. Tapi ini dijual Rp50.000. Itu satu contoh,” tambahnya.

Untuk menanggulangi barang impor ilegal, Zulkifli mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) akan membentuk satuan tugas (satgas).

Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan berbagai asosiasi yang mengeluhkan banyaknya barang ilegal di pasaran.

“Oleh karena itu, tadi kesimpulan sementara kita, nanti akan dimatangkan lagi, kita akan membuat satgas bersama asosiasi, lembaga perlindungan konsumen, dan Kemendag,” jelas Zulkifli.

Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas, menyatakan bahwa satgas ini nantinya akan bertugas mengecek peredaran barang-barang impor ilegal di pasaran.

“Kita akan survei ke pasar, lihat kondisi sebenarnya. Apakah benar ada barang ilegal,” ujarnya.

Namun, Zulhas belum memberikan rincian kapan satgas ini akan mulai beroperasi karena masih perlu rapat lanjutan dengan pemangku kepentingan terkait.

Dia menegaskan bahwa pihaknya bersama satgas akan turun ke pasar untuk melakukan pengecekan langsung terhadap barang-barang.

Selain itu, ia menambahkan bahwa beberapa barang tertentu, seperti pakaian wanita dan anak-anak, harus memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Tanpa SNI, prosedur masuknya diduga ilegal.

“Kalau bea masuknya Rp60.000, tapi ada kaos impor yang dijual Rp50.000, kita akan bekerja sama dengan asosiasi, lembaga perlindungan konsumen, dan mungkin juga dengan Anggota DPR Komisi VI untuk survei ke pasar dan melihat buktinya,” tutup Zulkifli. MM/AC

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *