Memasuki Musim Penghujan, Warga Kota Ambon yang Mendiami Daerah Perbukitan DIminta Waspada

  • Bagikan
Memasuki Musim Penghujan, Warga Kota Ambon yang Mendiami Daerah Perbukitan DIminta Waspada

Ambon – Memasuki musim penghujan saat ini, warga Kota Ambon yang mendiami daerah-daerah perbukitan dan dan daerah di sekitar bantaran sungai diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana longsor maupun banjir.

Warning ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota  Ambon, mengingat beberapa kawasan perbukitan seperti wilayah di Batu Gajah, Batu Merah, Batu Gantung, Kebun Cengkih dan beberapa daerah di kota Ambon, merupakan wilayah masuk kategori rawan longsor maupun banjir.

Sekretaris BPBD Kota Ambon, Eva Tuhumury saat diminta keterangan kepada Tim Matamaluku.com mengatakan, sesuai peringatan dari BMKG, kalau Kota Ambon dan beberapa daerah di Maluku, telah  memasuki musim penghujan, April hingga September, dimana puncaknya antara Juni hingga Juli mendatang.

Untuk menghindari resiko bencana, Eva berharap, agar masyarakat tetap memantau informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG dan bisa membaca tanda alam, seperti adanya pergerakan tanah di tempat tinggal untuk wilayah perbukitan, serta melihat perubahan warna aliran sungai bagi yang mendiami bantaran sungai.

“Bulan April sampai September itu pucak hujanya ada dibulan Juni dan Juli, oleh karena itu menyikapi kondisi musim penhujan ini, harapan kami dari BPBD kota Ambon kepada masyarakat kota Ambon selalu waspada” Ujar Tuhumury.

Eva mengatakan, resiko bencana ,longsor dan banjir tidak semata-mata disebabkan oleh alam tetapi perilaku negatife manusia dalam memberlakukan lingkungan dan alam sekitar secara sporadis  antara lain dengan membuang sampah di sungai, eksploitasi hutan secara berlebihan sehingga hilangnya fungsi hutan sebagai daerah resapan air.

Diakui, masyarakat kota Ambon belum sepenuhnya, sadar tentang pentingnya membuang sampah pada tempat sesuai waktu ditentukan, sehingga terkadang jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi banyak selokan dan parit menjadi tersumbat akibatnya beberapa wilayah terendam banjir.

Disebutkan, BPBD Kota Ambon rutin melakukan sosilaisasi dan himbauan tentang kebencanaan kepada masyarakat kota Ambon, baik melalui media sosial maupun elektronik harapanya agar sedini mungkin warga kota Ambon bisa memproteksi diri dari resiko bencana yang lebih besar. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *