Mantan Bupati Bursel Dipindahkan Ke Ambon dan Segera Jalani Sidang

  • Bagikan
Mantan Bupati Bursel Dipindahkan Ke Ambon dan Segera Jalani Sidang

Ambon – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan penahanan mantan Bupati Buru Selatan (Bursel) Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) dan Johny Rynhard Kasman (JRK) ke Rutan Waiheru dan Rutan Brimob Polda Maluku.

TSS dan JRK tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon pada, Rabu (8/6/2022) sekira pukul 08.26 WIT menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GA-640 dari Jakarta.

Keduanya dengan tangan terborgol dan menggunakan rompi Tahanan Korupsi KPK dikawal ketat oleh sejumlah Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Maluku dan petugas KPK serta personel keamanaan.

TSS ditahan di Rutan Kelas IIA Waiheru sedangkan JRK di tahan terpisah di Rutan Brimob Polda Maluku kawasan Tantui Ambon.

Pelimpahan penahanan kedua tersangka dari Rutan KPK Jakarta ke Rutan Kelas IIA Ambon dan Rutan Polda Maluku tersebut, berkenan dengan penuntutan keduanya dalam perkara dugaan kasus tindak pidana korupsi gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Bursel Provinsi Maluku tahun 2011-2016.

Sebelum pemindahan kedua tersangka, KPK telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Maluku untuk mendukung memfasilitasi proses pemindahan mulai dari penyambutan di Bandara hingga mengawal ke Rutan Waiheru dan Rutan Polda Maluku.

Kasipenkum Kejati Maluku Wahyudi Kareba saat dikonfirmasi Tim Matamaluku.com menjelaskan, Kejaksaan Tinggi  Maluku memfasilitasi proses pemindahan tahanan kedua terdakwa TSS dan JRK.

TSS tiba di Rutan kelas ll A Waiheru Ambon pukul 09.30 WIT dan menjalani pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan berkas administrasi oleh petugas.

TSS ditahan di blok hunian tahanan kasus korupsi, namun untuk satu minggu kedepan TSS ditempatkan pada sel Masa pengenalan lingkungan (Mapenaling).

Untuk keluarga tahanan yang mau menjenguk, Rutan Ambon tidak mengizinkan ada pertemuan langsung.

Pemindahan penahanan tersangka TSS dan JRK dari Jakarta ke Ambon TSS karena berkas perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011-2016 kedua tersangka ini telah lengkap.

KPK juga telah perpanjang masa penahanan keduanya untuk 20 hari kedepan terhitung 25 Mei hingga 13 Juni 2022.

Dalam perkara ini KPK menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011-2016.

Sebagai penerima suap, yaitu TSS dan JRK dari pihak swasta; sedangkan sebagai pemberi suap, yakni Ivana Kwelju (IK) selaku Direktur PT Vidi Citra Kencana (VCK).

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan TSS, yang saat itu menjabat Bupati Buru Selatan periode 2011-2016 dan 2016-2021, diduga telah memberikan atensi lebih untuk berbagai proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buru Selatan sejak awal menjabat.

Atensi dan intervensi TSS tersebut antara lain mengundang secara khusus Kepala Dinas dan Kepala Bidang Bina Marga untuk mengetahui daftar serta nilai anggaran paket setiap pekerjaan proyek, sekaligus merekomendasikan dan menentukan secara sepihak rekanan untuk mengerjakan proyek, baik melalui proses lelang maupun penunjukan langsung.

KPK menduga dalam menentukan rekanan tersebut, TSS meminta sejumlah uang sebagai bentuk fee bernilai 7-10 persen dari nilai kontrak pekerjaan.

Khusus untuk proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), besaran fee-nya antara 7-10 persen ditambah 8 persen dari nilai kontrak pekerjaan.

Proyek-proyek tersebut adalah pembangunan jalan dalam Kota Namrole tahun 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp3,1 miliar, peningkatan jalan dalam Kota Namrole (hotmix) dengan nilai proyek Rp14,2 miliar, peningkatan jalan ruas Wamsisi-Sp Namrole Modan Mohe (hotmix) dengan nilai proyek Rp14,2 miliar serta peningkatan jalan ruas Waemulang-Biloro dengan nilai proyek Rp21,4 miliar.

Atas penerimaan sejumlah fee tersebut, TSS diduga menggunakan orang kepercayaannya, JRK, untuk menerima sejumlah uang dengan menggunakan rekening bank milik JRK. Selanjutnya uang itu kemudian ditransfer ke rekening bank milik TSS. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *