Mahasiswi Tewas dalam Aksi Pembegalan di Ogan Ilir

  • Bagikan
Begal tewaskan mahasiswidi Sumsel
Konfrensi pers pelaku pembegalan tewaskan mahasiswidi Ogan Ilir di Mapolda Sumsel

Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengungkapkan bahwa dua pelaku pembegal yang menyebabkan kematian seorang mahasiswi di Ogan Ilir kini dihadapkan pada ancaman hukuman penjara selama 20 tahun.

“Ditegaskan bahwa pihak kepolisian menerapkan pasal terberat, yaitu pasal 365 ayat 3 dengan ancaman minimal 20 tahun penjara bagi pelaku pembegalan yang menyebabkan kematian mahasiswi tersebut,” ungkap Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan, dalam konferensi pers di Mapolda Sumsel, Palembang, pada hari Kamis.

Beliau menjelaskan bahwa kedua pelaku berhasil ditangkap di Polda Sumsel setelah tim gabungan Unit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polres Ogan Ilir melakukan penangkapan.

Pelaku-pelaku kejahatan tersebut adalah Nopriandi alias Mok (30), warga Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, dan Herli Diansyah (36), warga Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Selama pemeriksaan, petugas menemukan bahwa kedua tersangka, Nopriandi alias Mok dan Herli Diansyah, adalah residivis dalam kasus narkoba dan memiliki catatan kepemilikan senjata api rakitan.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Ogan Ilir, AKP Herman, menjelaskan bahwa aksi pembegalan terjadi pada Jumat, 2 Februari, sekitar pukul 23:45 WIB, menimpa dua mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri). Salah satu korban, bernama Nazwa Keyza (19), tewas akibat luka tusukan.

Nazwa Keyza Safira awalnya berkendara bersama seorang teman prianya, Aldo Prasetio, juga seorang mahasiswa Unsri.

Diduga, Nazwa Keyza Safira mencoba melawan para pelaku pembegalan yang hendak melakukan aksinya, dan akhirnya dia ditusuk di bagian punggung.

Sementara Aldo, rekan korban, hanya mengalami luka ringan dan masih dirawat di rumah sakit.

Herman menambahkan bahwa berdasarkan informasi dari rekan-rekan sesama mahasiswa, kedua korban menggunakan sepeda motor saat kejadian.

Sebelum melakukan aksinya, pelaku pembegalan sempat bertanya tentang alamat tempat memancing. Kemudian, tidak lama kemudian, pelaku kembali mendekati korban dan melakukan aksi pembegalan. MM/AC

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *