Lokasi Eks Gedung Putih Dipenuhi Pedagang Pakaian Bekas “Cakar Bongkar”

  • Bagikan
Lokasi Eks Gedung Putih Dipenuhi Pedagang Pakaian Bekas "Cakar Bongkar"

Ambon – Belum genap sebulan dibongkar, lokasi eks pasar gedung putih, kembali dipenuhi pedagang pakaian bekas (Cakar Bongkar). Pasar gedung putih dirobohkan untuk program revitalisasi pasar modern tradisional.

Secara kasat mata lokasi tersebut sangat berlumpur dengan kondisi hujan saat ini, belum lagi seliweran keluar masuk truk pengangkut material bangunan.

Para pedagang cakar bongkar nekat berjualan di kawasan itu, meskipun lokasi sudah dipagari dengan senk karena sedang dilakukan pembersihan puing-puing bekas reruntuhan gedung menggunakan alat berat.

Pantauan Tim Matamaluku.com, Kamis (15/07) pedagang cakar bongkar terlihat memilih bertahan di reruntuhan meski lapak yang mereka gunakan terbuat dari tiang bekas kayu dan bambu dan payung bongkar pasang.

Sejumlah pedagang mengaku lokasi ini masih favorit karena ramai pembeli ketimbang pasar relokasi.

Salah seorang pedagang yang tidak mau diambil gambarnya, mengaku nekat berjualan dengan alasan tempat relolasi yang disiapkan pemerintah belum banyak diketahui orang sehingga takut kehilangan pelanggan.

“Katong (kita) nekat berjualan saja kalau petugas datang larang ya sudah kita bongkar, kita pergi”katanya singkat tanpa mau menyebut namanya

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Ambon, Jhon Slarmanat, menegaskan akan menindak tegas pedagang yang berjualan dilokasi tersebut, karena Pemkot Ambon telah menyiapkan pasar relokasi untuk ditempati berjualan.

Menyikapi kondisi sebagian kerusakan kios di pasar Apung, Slarmanat mengakui, adanya kerusakan di beberapa bagian karena lebih dari setahun dibangun tidak ditempati.

Dikatakan proses perbaikan menjadi tanggungjawab pedagang dan pihak ketiga, kendati demikian Pemkot Ambon katanya siap memfasilitasi pedagang dengan pihak PLN untuk memperlancar pemasangan jaringan lampu di kios yang ditempati.

Pemkot Ambon mulai membongkar Pasar Mardika sejak 24 Juli 2021 untuk program revitalisasi pasar tradisional terbesar di Kota Ambon itu.

Sebelum pembongkaran, Pemkot Ambon telah membangun sebanyak 1.400 kios darurat dibagi di beberapa pasar tradisional yakni pasar apung 335 kios, pasar transit Passo 1.000, dan pasar ole-ole Tantui sebanyak 132 kios.

Revitalisasi pasar tradisional Mardika kota Ambon, dibangun dengan konsep modern terintegrasi dengan areal komersial, untuk memudahkan masyarakat berbelanja kebutuhan pokok, sekaligus akses transportasi.

Pasar ini diharapkan dapat menampung pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan, sehingga seluruh aktivitas jual beli berlangsung dengan baik. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *