Lokakarya Bedah Koleksi 2021 Digelar Museum Siwalima

  • Bagikan
Lokakarya Bedah Koleksi 2021 Digelar Museum Siwalima

Ambon – Museum Siwalima Provinsi Maluku, kembali menggelar Lokakarya Bedah Koleksi Museum Siwalima, tahun 2021 dengan tema “Mengupas yang Silam Menyurat yang Menjelang”, Diikuti 38 orang peserta siswa-siswi aktif SMA/SMK yang berada di kota Ambon.

Kegiatan tersebut, berlangsung di Ruangan Theater Museum Siwalima, Sabtu (26/06/2021) dan diikuti 38 SMA/SMK di Kota Ambon, dengan menghadirkan narasumber dari bagai disiplin ilmu.

Kegiatan yang untuk kedua kalinya ini direncanakan berlangsung hingga 06 Juli mendatang.

Dalam sambutanya Kepala Museum, Jean Saiya mengatakan, sebuah benda atau koleksi bisa dipamerkan di ruang pamer untuk dinikmati para pengunjung apabila benda tersebut sudah memiliki data dukung atau kajian awal sebagai bahan informasi kepada pengunjung.

Dikatakan, Museum Siwalima memiliki tugas menyebarluaskan informasi benda sejarah, dari berbagai ragam bentuk warisan budaya Nusantara dengan memanfaatkan koleksi Museum Siwalima dalam berbagai bentuk kegiatan dan salah satunya adalah kegiatan Lokakarya dan Bedah Koleksi Museum Siwalima.

Menurut Saiya, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi koleksi dari berbagai sumber, baik sumber pustaka maupun sumber masyarakat setempat serta pesan moral yang dapat ditemukan dari koleksi yang dibedah.

“Harapan kami peserta dapat memperoleh pengetahuan tentang seluruh koleksi yang berada pada museum Siwalima, ini semakin menarik untuk ditelusuri setiap koleksi punya nilai tersendiri,kata Jean

Kegiatan Bedah Koleksi yang untuk kedua kalinya ini dimulai dari pemberian materi oleh para narasumber yang telah ahli dalam bidang ilmunya dan dilanjutkan dengan penelitian koleksi, penelitian sumber pustaka yang dapat menunjang data koleksi tersebut dan dilanjutkan dengan pengkajian koleksi.

“Bekal ini akan menjadi pegangan bagi seluruh peserta yang akan membedah koleksi, selain itu di harapkan peserta dapat memberikan pesan moral dari sejarah budaya yang termuat dalam koleksi yang ada”Ungkap Jean.

Dikatakan melalui kegiatan ini para peserta memiliki kesempatan seluas-luasnya menggali berbagai informasi tentang koleksi yang di bedah. “Karena masing-masing koleksi memiliki nilai yang terpendam dan itu harus dikupas oleh peserta sehingga nilai diketahui oleh generasi berikutnya”Harap jean Saiya. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *