KPK Fasilitasi Mantan Wali Kota Ambon Tanda Tangani Seluruh SK yang Tertunda

  • Bagikan
KPK Fasilitasi Mantan Wali Kota Ambon Tanda Tangani Seluruh SK yang Tertunda

Ambon – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, menemui mantan Wali Kota Richard (RL) Louhenapessy untuk menandatangani seluruh surat keputusan (SK), baik SK Pensiun, SK Kenaikan Pangkat dan SK Pengangkatan ASN, di lingkup Pemkot Ambon.

Kepala BKPSDM Kota Ambon, Benny Selanno mengatakan mantan Wali Kota Ambon RL menandatangani seluruh SK di Gedung Merah Putih, Kamis (21/7/2022). Saat itu, Selanno didampinggi dua staf BKPSDM bertemu RL

Selanno menjelaskan butuh waktu selama 1 jam 45 menit untuk seluruh surat-surat ditandatangani oleh mantan Wali Kota dua periode itu.

Dengan ditandatangani seluruh surat oleh mantan Wali Kota maka terhitung, Senin (25/7/2022) Pemkot Ambon telah menyerahkan kurang lebih 50 persen SK pensiun kepada para penerima. Untuk SK CPNS maupun SK pengangkatan ASN dijadwalkan diserahkan pekan depan.

Sebelumnya diberitakan ,sepuluh hari jelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Ambon RL ditahan oleh KPK atas kasus dugaan suap pendirian toko ritel di Ambon. Akibatnya sejumlah surat-surat penting yang harusnya ditandatangani oleh Wali Kota selaku pejabat pembina kepegawaian tidak bisa dilakukan.

Untuk menyelesaikan hal tersebut, Pemerintah Kota Ambon menyurati pemerintah pusat melalui Kemendagri, Kemenpan-RB dan BKN untuk memfasilitasi proses penandatanganan sejumlah surat keputusan (SK) di KPK.

BKPSDM  Pemkot Ambon mencatat lebih dari 100 ASN terdiri dari tenaga pendidik dan teknis memasuki masa purnabakti dimasa periodesasi mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Richard Louhenapesy-Syarif Hadler).

Ratusan SK milik ASN belum sempat ditandatangani karena mantan Wali Kota RL lebih dulu tersandung kasus dugaan kasus korupsi sebelum masa jabatan berakhir 22 Mei 2022.

Diketahui mantan Wali Kota RL ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dugaan kasus gratifikasi pembangunan ritel di kota Ambon tahun 2020. RL saat ini sedang menjalani masa tahahan di Rutan Gedung Merah Putih. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *