Kota Ambon Kemungkinan Ke Zona Kuning, Seiring Menurunnya Angka Positif COVID-19

  • Bagikan
Kota Ambon Kemungkinan Ke Zona Kuning, Seiring Menurunnya Angka Positif COVID-19

Ambon – Kota Ambon kemungkinan akan berpindah ke zona kuning, seiring dengan semakin menurunya angka terkonfirmasi positif COVID-19, bersamaan dengan naiknya angka kesembuhan semakin tinggi serta berkurangnya angka kematian akibat pandemi COVID-19.

Juru Bicara (Jubir) COVID-19 kota Ambon Joy Adriaansz menjelaskan, menurunya tingkat terkonfirmasi dan angka kesembuhan pasien COVID-19 semakin meningkat, serta angka kematian yang semakin menurun berdampak baik untuk merubah skorsing dan zona COVID-19  kota Ambon.

Joy Adriaansz menjelaskan bahwa ditutupnya dua RS Lapangan Pemkot Ambon menjadi pertanda positif. Hal itu menunjukan bahwa angka kesembuhan semakin tinggi, disamping itu angka kematian juga semakin berkurang.

“Oleh sebab itu, kita berharap dalam minggu ini hasil evaluasi Satgas Nasional, zonasi kita akan mengalami peningkatan, sehingga aktivitas ekonomi dan aktivitas masyarakat dapat berjalan secara normal,” Kata Adriaanzs di Balai kota Senin, (23/08)

Kota Ambon masih berada pada zona Oranye (Resiko Sedang) Peta Resiko Penyebaran COVID-19 Provinsi Maluku dengan skor 2,03 itu artinya hanya terpaut 0,12 poin dari zona kuning (Resiko Rendah).

“Tentunya kita optimis jika kondisi ini tetap bertahan, minggu ini kita dapat masuk ke Zona kuning. Untuk itu Tim Satgas tetap memberikan kepada masyarakat untuk memberi dukungan terhadap vaksinasi,dan tetap melaksanakan protokol kesehatan”ungkap Joi

Dirinya berharap kondisi saat ini, akan dapat terus berubah menuju ke tingkat yang lebih baik, dengan demikian kota Ambon dapat turun ke zona kuning hingga zona hijau.

“Butuh dukungan warga kota Ambon dengan tetap  mematuhi protokol kesehatan dimanapun serta ikut melakukan vaksinasi”katanya.

Untuk kegiatan Vaksinasi katanya sampai dengan, Sabtu 21 Agustus 2021 total warga Kota Ambon yang sudah di vaksin sebanyak 141.026 orang atau 51.46% dari target vaksinasi sebanyak 274.194 orang.

Rincianya Nakes dan tenaga Pelayan sebanyak 3.599 orang atau 102.5%, Lansia 11.720 orang atau 47.06%, Pelayan Publik 95.877 orang atau 191.06%, Masyarakat Umum 24.681 orang atau 15.03%  dan Remaja sebanyak 3.369 orang atau 10.01%. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *