banner 325x300

Kepala Yayasan Anak Bangsa Ditangkap Polda Maluku Atas Dugaan Penipuan

  • Bagikan
Kepala Yayasan Anak Bangsa Ditangkap Polda Maluku Atas Dugaan Penipuan

Ambon – Ketua bersama bersama Sekretaris Yayasan Anak Bangsa ditangkap Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku atas dugaan penipuan dengan meminta warga menyetor sejumlah uang ke pihak yayasan sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan.

Bertempat di Mapolda Maluku pada Selasa 04/05/2021, Direktur Reskrimun Polada Maluku, Sih Harno di dampingi Kabid Humas Polda Maluku Muhammad Roem Ohoirat saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, memaparkan kronologis aksi yang dilakukan para tersangka kepada korban.

Dijelaskan Harno, saat ini, pihak kepolisian telah menangkap dua tersangka atas nama Josefa Jenalia Kelbulan selaku ketua yayasan Anak Bangsa dan sekretaris Lambert Miru, penangkapan kedua tersangka atas laporan masyarakat korban penipuan yang dilakukan oleh para tersangka ke pihak kepolisian.

Modus yang dilakukan para tersangka kepada para korban yakni menggunakan beberapa motif dan cara diantaranya diberi nama tender relawan, dimana masyarakat  harus menyetorkan dana Rp.250.000, untuk mendapat bantuan Rp.15.000.000, kedua dinamakan tender rumah Ibadah kepada mereka yang menyetorkan 1 juta maka akan mendapatkan 50 juta, dengan rincian 30 juta di sumbangkan kepada rumah ibadah dan 20 juta diberikan kepada penyetor.

Selin itu juga tender relawan 45 dimana kepada masyarakat yang menyetor 1 juta maka akan mendapatkan 45 juta  dan tender relawan lepas dimana siapa saja yang menyetor 1 juta akan mendapatkan bonus 100 juta.

Saat ini, Polda Maluku telah menerima 5 laporan dari para korban  yang dilakukan oleh para tersangka pengelola yayasan Anak Bangsa, dimana dari ke 5 korban tersebut jumlah kerugian yang dialami mereka menembus angka 5 ratusan juta rupiah lebih.

Sesuai infromasi yang diterima, laporan sebelumnya juga telah masuk ke Polres Tanimbar  dimana jumlah korban 16 orang dengan total kerugian 3 ratus juta rupiah lebih, sementara tercatatat jumlah keseluruhan total masyarakat yang menjadi korban sebanyak sampai saat ini sebanyak 350 orang yang dirugikan.

“Yang melapor di Polda itu 5 orang, setelah kita lakukan pemeriksaan total kerugian mereka sebanyak 535 juta, ini baru lima orang yang kita lakukan pemeriksaan, namun demikian di Polres Tanimbar juga sudah pernah tangani perkara ini jumlah korbanya 16 orang kerugianya 335 juta dan untuk informasi ada sekitar 350 orang yang sudah di rugikan maka terkait dengan ini kita menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada Kepolisian setempat” Ujarnya.

Lebih lanjut Sih Harno menambahkan kedua tersangka yang kini sementara di amankan di tahanan Polda Maluku dan salah satu tersangka, adalah  residivis yang pernah di vonis hukuman dua kali oleh pengadilan karena yang bersangkutan pernah melakukan penipuan.

Pihak kepolisian, dalam kasus ini menjerat kedua tersangka dengan pasal 372 dan pasal  378 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *