Kemenhub Melayani 107 Trayek Kapal Perintis untuk Daerah Terpencil di 2024

  • Bagikan
Kapal Perintis
Layanan kapal perintis

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) aktif melayani 107 trayek kapal perintis pada tahun 2024 untuk meningkatkan konektivitas di wilayah terpencil.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antoni Arif Priadi, menyatakan, “Pada tahun ini, Ditjen Hubla kembali menggelar angkutan laut kapal perintis dengan total 107 trayek, melayani 43 pelabuhan pangkal yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia, dan mencakup lebih dari 496 pelabuhan singgah.”

Layanan kapal perintis ini dianggap sebagai bentuk dedikasi untuk menyediakan aksesibilitas transportasi yang lebih baik dan menyeluruh, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil yang sulit dijangkau atau belum mendapatkan pelayaran komersial swasta.

“Kami memahami pentingnya konektivitas transportasi di wilayah terpencil. Dengan menyelenggarakan angkutan laut kapal perintis, kami berupaya mendekatkan layanan transportasi kepada masyarakat di daerah-daerah terisolasi, di mana akses darat mungkin terbatas,” kata Antoni.

Dia menegaskan bahwa Ditjen Hubla berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan laut kapal perintis demi memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Antoni juga menjelaskan bahwa angkutan laut kapal perintis menjadi salah satu elemen kunci dalam konektivitas transportasi di Indonesia, dengan fokus utama Ditjen Hubla.

Komitmen tersebut mencerminkan upaya Ditjen Hubla dalam meningkatkan layanan guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, terpencil, dan perbatasan (3TP).

Hendri Ginting, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, menambahkan bahwa hasil evaluasi terhadap 116 unit kapal milik Ditjen Hubla menunjukkan bahwa 99 unit kapal layak laut dan siap beroperasi. Satu unit kapal, KM Sabuk Nusantara 74, masih dalam proses penyelesaian pembangunan.

“Ini adalah langkah signifikan untuk memastikan bahwa armada kapal perintis siap melayani masyarakat dengan performa terbaik,” ungkap Hendri.

Dalam upaya efisiensi, jaringan trayek kapal perintis mengalami penyesuaian dari 117 trayek pada 2023 menjadi 107 trayek pada 2024. Pemilihan trayek dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas 100 unit kapal perintis milik negara dan 7 unit kapal milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan.

Meskipun dilakukan penyesuaian, Dipastikan bahwa tiap pelabuhan singgah yang diusulkan oleh pemerintah daerah tetap terlayani oleh kapal perintis.

“Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan irisan jaringan trayek yang berhimpitan dan tingkat keterisian penumpang/barang pada pelabuhan singgah. Meskipun telah dilakukan efisiensi jaringan trayek, namun dipastikan bahwa tiap-tiap pelabuhan singgah yang diusulkan oleh pemerintah daerah tetap terlayani oleh kapal perintis,” kata Hendri.

Hasil efisiensi ini membuat semua trayek angkutan laut perintis pada 2024 dilayani menggunakan jenis kapal penumpang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Ditjen Hubla menyoroti bahwa kapal perintis menjadi sarana transportasi yang vital untuk membuka akses ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau udara. Dengan terbukanya akses transportasi, wilayah terpencil memiliki peluang untuk mengembangkan sektor ekonomi melalui perdagangan, pariwisata, dan sektor lainnya. DMS/Ac

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *