Kelangkaan BBM di Banda Naira Hampir Sebulan Terakhir

  • Bagikan
Kelangkaan BBM di Banda Naira Hampir Sebulan Terakhir

Maluku Tengah, Masohi – Kelangkaan BBM jenis solar, premium, pertalite dan pertamax di SPBU Banda Naira telah terjadi hampir sebulan terakhir.

Anggota DPRD Maluku Tengah, Andan Tedjaningsi Nurbati kepada Tim Matamaluku.com menyatakan, kelangkaan BBM nyaris melumpuhkan perekonomian Banda.

“Masalah kelangkaan ini harus segera diselesaikan, jika tidak masyarakat akan mengalami kesulitan karena imbas dari kelangkaan sangat luar biasa pengaruhnya di tengah masyarakat,”tegasnya

Terparah dirasakan warga yang berprofesi sebagai nelayan dan warga pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Bensin dijual pengecer sebelumnya Rp12.000/liter naik hingga Rp17.000 sampai Rp20.000/liter

“Kalau minyak tanah stok banyak itu harga normal Rp 27.000 sampai Rp 30.000 per lima liter. Tapi sejak stok terbatas premium dijual Rp 17.000 sampai Rp 20.000 per liter” Kata Andan Tedjaningsi Nurbati anggota DPRD Maluku Tengah.

Andan mengakui, kondisi nelayan di Banda seperti mati suri. Pasalnya, hampir sebulan terakhir, nelayan memilih tidak melaut menangkap ikan karena kelangkaan premium.

Menyikapi  kelangkaan BBM yang terjadi diwilayah itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta pemerintah dan pihak Pertamina secepatnya mengatasi persoalan tersebut sehingga rakyat tidak larut dalam kesulitan mendapatkan BBM.

“Langkah Konkrit dari pemerintah dan pertamina secepatnya memasok BBM ke Banda. Pemerintah harus  mencari solusi agar kelangkaan BBM segera diatasi”Pintanya

Akibat kelangkaan minyak tanah, sebagian warga Banda menggunakan kayu bakar untuk memasak. Bahkan tidak sedikit warga Banda yang meminta bantuan kerabat membeli minyak tanah di Masohi maupun wilayah Seram Timur.

Erwin yang dikonfirmasi via seluler mengaku kelangkaan sudah terjadi sejak pertengahan Juli lalu dan belum ada pengiriman dari kota Masohi Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah.

“Kalau pun ada yang jual premium harganya mahal mencapai Rp 20.000 per liter. Kita terpaksa beli apalagi kita punya mata [encarian di laut” kat Erewin

Diungkapkan kelangkan BBM jenis, premium, pertalite dan pertamax di SPBU Banda Neira bukan baru kali ini saja, tetapi sudah beberapa kali.

“Sudah ulang kali terjadi, kalau tidak ada pasokan BBM, kita sangat kesulitan, jadi kami harap pemerintah dan Pertamina tolong serius melihat persoalan ini”Pinta Erwin. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *