Kejati Maluku Menuggu Audit Inspektorat Tentang Penetapan Sekda SBB Dalam Dugaan Kasus Korupsi ABL

  • Bagikan
Kejati Maluku Menuggu Audit Inspektorat Tentang Penetapan Sekda SBB Dalam Dugaan Kasus Korupsi ABL

Ambon – Kejaksaan Tinggi Maluku dapat menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan Anggaran Belanja Langsung (ABL) Tahun 2016 pada Sekretariat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), karena masih menunggu hasil audit dari Inspektorat.

“Kemarin saya sudah koordinasi dengan Kepala Inspektrat dan dalam waktu dekat mereka sudah trun ke lapangan lakukan klarifikasi dan status penyidikan itu akan kita lakukan untuk langkah-langkah berikutnya,”Kata Kepala Kejati Maluku, Rorogo Zega, kepada sejumlah wartawan di Kantor,Kamis(23/07

Demi membuat kasus ini terang benderang, Penyidik Kejati telah memangil dan memeriksa lebih dari 10 orang saksi, untuk menemukan bukti-bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi.

Dikatakan, hasil perhitungan sementara tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku ditemukan nilai kerugian  negara sekitar Rp7 miliar dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Dari hasil penghitungan sementara penyidik, tujuh miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan secara keuangan.untuk memastikan adanya  kerugian  negara, kami telah meminta Inspektorat Provinsi Maluku untuk  melakukan perhitungan, untuk memperkuat jumlah kerugian yang sudah dikantongi tim penyidik”ungkapnya

Disebutkan pemeriksaan pihak-pihak terkait, sudah selesai, temasuk Sekda SBB Manshur Tuharea juga sudah diperiksa Penyidik Kejati bersama belasan orang lainnya.

“Ini sudah hampir selesai bahkan pemeriksaan sudah tidak ada lagi tinggal koordinasi kita dengan  Inspektorat Wilayah,”katanya.

Diketahui tim penyidik telah memanggil dan memeriksa lebih dari 10 orang saksi. Kasus dugaan penyalahgunaan ABL Setda SBB dari APBD Tahun 2016 silam itu, juga ikut menyeret nama Sekda Kabupaten SBB, Mansur Tuharea.

Mansur dikabarkan merupakan orang yang paling bertanggungjawab, bahkan telah diperiksa sebagai saksi pada April 2021 lalu

Sekda Mansur diketahui bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), bersama dua mantan Bendahara Setda yaitu Petrus Eroplei dan Rio Khormain. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *