Kejari Tual Eksekusi Ade Ohoiwutun DPO Terpidana Korupsi Makan Minum DPRD Tual

  • Bagikan
Kejari Tual Eksekusi Ade Ohoiwutun DPO Terpidana Korupsi Makan Minum DPRD Tual

Tual – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual melakukan eksekusi kepada Ade Ohoiwutun (51) buronan terpidana korupsi pengadaan makan minum DPRD Kota Tual, tahun 2010.

Setelah tiba di Bandara Pattimura dari Jakrata Jumat (24/09), pagi langsung diterbangkan ke Tual dan sudah kami eksekusi yang bersangkutan ke Lapas kelas II B Tual” ungkap Kejari Tual Dicky Darmawan saat konferensi pers di Kantor Kejari Tual, Sabtu (25/9).

Mantan Bendahara DPRD Kota Tual ini, diringkus Tim Tabur (Tangkap Buronan) Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, di tempat persembunyiannya di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat pada Rabu (22/09).

Kejari Dicky Darmawa, menjelaskan, terpidana kasus korupsi anggaran makan minum DPRD kota Tual tahun 2010, menjadi DPO  Kejari Tual selama kurang lebih tiga tahun.

Dijelaskannya, Ade Ohoiwutun dijatuhi pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp. 200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan penjara selama enam bulan serta pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp. 787 juta.

Kejari Tual menetapkan Ade Ohoiwutun yang merupakan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) Masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena mangkir alias tidak datang memenuhi panggilan secara patut oleh Jaksa Eksekutor Kejari Tual untuk diekskusi.

“Kejaksaan Negeri Tual menetapkan yang bersangkutan masuk dalam daftar pencarian orang  selama tiga tahun dan akhirnya dapat diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerja sama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung”jelas Darmawan.

Seperti diketahui, Ade Ohoiwutun yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran pada Sekretariat Kota Tual, terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena bekerja sama dengan Muna Kabalmay (Sekretaris DPRD Kota Tual) yang telah menjalani hukuman lebih dulu.

Terpidana Ade Ohoiwutan selaku Bendahara Pengeluaran pada Sekretariat Kota Tual, dan M Kabalmay, Sekretaris DPRD Kota Tual selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi.

Perbuatan mereka tersebut telah menimbulkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia Cq. Pemerintah Kota Tual, sebesar Rp 3,1 miliar.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor Nomor: 834 K/Pid.Sus/2017 tanggal 20 Februari 2018, terpidana Ade Ohoiwutun terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan makan minum DPRD Kota Tual tahun anggaran 2010.

Selain itu, MA juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Ade Ohoiwutu, yakni membayar uang pengganti sebesar Rp787.000.000. Jika uang pengganti tidak dibayar paling lama 1 bulan setelah putusan maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang dan apabila tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama 3 tahun. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *