Kasus Suap Mantan Wali Kota Ambon Segera Disidangkan

  • Bagikan
Kasus Suap Mantan Wali Kota Ambon Segera Disidangkan

Ambon – Proses penyidikan dugaan tindak pidana suap pembangunan ritel di Kota Ambon yang menjerat mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy telah dirampungkan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim penyidik KPK telah melakukan pelimpahan tahap II, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK agar segera disidangkan.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan staf tata usaha pimpinan Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanusa. Keduanya merupakan penerima suap kasus tersebut.

Juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (9/9/2022) menyatakan, KPK telah merampungkan penyidikan terhadap Wali Kota Ambon nonaktif Richard Louhenapessy.

“Penahanan dua tersangka tersebut masih berlanjut dan ditahan kembali oleh tim jaksa untuk waktu 20 hari ke depan sampai dengan 28 September 2022,” katanya.

Louhenapessy saat ini ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, Jakarta dan Andrew ditahan di Rutan KPK Kavling C1 (Gedung Pusat Edukasi AntiKorupsi KPK) Jakarta.

Adapun pemberi suap kasus itu ialah Amri selaku karyawan Alfamidi Kota Ambon yang baru saja ditahan KPK pada, Rabu (7/9/2022).

KPK menetapkan Richard Louhenapessy menjadi tersangka kasus suap pembangunan ritel di Ambon pada Juli lalu. Dia ditetapkan menjadi penerima suap bersama Andrew Erin Hehanusa. Sementara sebagai pemberi suap ialah Amri selaku karyawan Alfamidi Kota Ambon.

KPK menduga Richard dan Amri kerap berkomunikasi tentang pengurusan izin pembangunan Alfamidi di Kota Ambon pada 2020. Amri ingin izin pembangunan ritel itu segera disetujui.

Richard Louhenapessy meminta Rp25 juta untuk setiap dokumen izin yang disetujui. Richard diduga juga menerima Rp500 juta untuk penerbitan persetujuan prinsip pembangunan 20 gerai Alfamidi di Kota Ambon.

Kasus korupsi ini membuat Direktur PT. Midi Utama Indonesia, Suantopo Po diperiksa pada Jumat, 26 Agustus 2022. Penyidik mencecar bos Alfamidi itu tentang rekomendasi dan persetujuannya untuk membangun cabang toko serba ada itu di Kota Ambon. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *