Jukir Liar Tidak Pernah Diizinkaan Oleh Dinas Perhubungan Kota Ambon

  • Bagikan
Jukir Liar Tidak Pernah Diizinkaan Oleh Dinas Perhubungan Kota Ambon

Ambon – Kepala Dinas Perhubungan kota Ambon Robby Sapulette menegaskan tidak pernah mengizinkan juru parkir (Jukir) liar yang sengaja di pelihara oleh Dinas Perhubungan untuk meraih keuntungan di kota Ambon.

Hal tersebut di sampaikanya kepada sejumlah wartawan di Balai Kota Ambon Senin 31/05 2021, menyikapi adanya pemberitaan bahwa Dishub kota Ambon diduga  memelihara jukir – jukir liar untuk melakukan kegiatan pungutan dan hasilnya akan dibagi bersama antara jukir dengan oknum petugas  Dishub kota Ambon.

Sapulette menegaskan, Dishub tidak pernah mengizinkan jukir – jukir liar beroperasi di ruas – rusa jalan untuk menagih restribusi dari kendaraan dan hasilnya di bagi bersama seperti yang diberitakan salah satu media online.

Dirinya menambahkan saat ini pemerintah tidak lagi menerapkan suakelola akan tetapi pihak ketiga dalam mengelola parkir di seluruh ruas jalan di kota Ambon dan sesuai dengan proses lelang umum yang telah dilakukan maka yang menandatangani kontrak dengan pemerintah kota yakni  PT Urimessing Gard Service yang terpilih dan berhak untuk mengelolah perparkiran.

Ketentuan khusus dalam penandatanganan kontrak yang wajib menyetorkan 50 persen ke kas pemerintah daerah dimana nilai kotrak 4,6 miliar lebih dan PT Urimessing Gard Service telah melaksanakan kewajibanya yang buktinya saat ini berada di dinas Perhubungan.

“Kita sama – sama ketahui bahwa pelaksanaan parkir di kota Ambon ini oleh pemerintah kota Ambon dalam hal ini Dinas Perhubungan melalui lelang umum dan memilih salah satu rekanan untuk melakukan pungutan retribusi parkir di wilayah kota Ambon jadi pemerintah kota tidak lagi dengan sistim suakelola tetapi dengan melibatkan pihak ke tiga untuk memungut retribusi parkir di seluruh kota Ambon”

Lebih lanjut Sapulette menjelaskan untuk para jukir yang melaksanakan tugas menangi restribusi, pemerintah kota telah menyediakan anggaran sebesar 90 juta yang di siapkan untuk melatih para jukir dan menunggu waktu yang tepat, hal ini dilakukan karena adanya komplen dari warga yang mengatakan jukir hanya menagih retribusi tetapi tidak melayani masyarakat dengan baik.

Disinggung soal alat  yang digunakan jukir kusus untuk parkir jam – jaman telah di bagikan dan setiap jukir di damping oleh petugas untuk mengunakan alat tersebut. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *