Jaksa Bidik Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan ADD Negeri Sirisori Islam

  • Bagikan
Jaksa Bidik Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan ADD Negeri Sirisori Islam

Maluku Tengah, Saparua – Kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, telah masuk tahapan penyidikan untuk mengungkap aktor dibalik penyelewengan dana tersebut.

Kepala Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Saparua, Ardy yang dikonfirmasi Tim Matamaluku.com, di Saparua, Selasa (14/09) menyatakan Tim penyidik Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Saparua resmi menaikan status kasus dugaan korupsi penyalahgunaan ADD dan Dana Desa (DD) di Negeri Sirisori Islam, dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Disebutkan, setelah melalui rangkaian penyelidikan maka status  kasus ini dinaikan ke penyidikan, dimana telah diperiksa lebih dari 30 orang terkait. Berdasarkan ekspos perkara pada Jumat 18 Juni 2021 lalu,tim penyidik berkesimpulan telah terjadi penyalahgunaan ADD dan DD Sirisori Islam. Sehingga statusnya berubah ke penyidikan.

“Naiknya status kasus ini ke tahap penyidikan, setelah tim penyidik menemukan adanya berbagai penyimpangan dalam pengelolaan anggaran tahun 2018”kata Ardy

Sayangnya Kacabjari Ardy tidak menjelaskan secara rinci besaran penyimpangan yang dimaksud karena masih dalam penyidikan. Namun, dia memastikan pihaknya juga telah mengantongi calon tersangka dalam kasus tersebut.

Tim Adhyaksa Kejaksaan Cabang Kejari Ambon di Saparua menggarap kasus dugaan penyelewengan ADD dan DD Negeri Sirisori setelah mendapatkan laporan masyarakat. Dari informasi itu, Jaksa terus mengumpulkan data-data dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Diketahui, anggaran ADD dan DD itu diperuntukan bagi pembangunan sejumlah item proyek, seperti  pembangunan lapangan, kantor desa, serta pembelian tiga mobil ambulance. Namun, implementasi proyek tersebut belum selesai.

Diduga oknum-oknum di Pemerintah Negeri Sirisori salah melakukan mark-up dalam setiap pembelanjaan item proyek  dan membuat laporan kegiatan fiktif.

Sementara sumber di Negeri Siri Sori Islam menyebutkan, Pemerintah Negeri Siri Sori Islam mendapat ADD dan DD tahun 2018-2019 sebesar Rp 1,5 miliar lebih. Dai dana itu, diduga terjadi penyelewengan sebesar Rp.300 juta. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *