Jaksa Bidik Tersangka Baru Penyelahgunaan ADD-DD Negeri Haria

  • Bagikan
Jaksa Bidik Tersangka Baru Penyelahgunaan ADD-DD Negeri Haria

Maluku Tengah, Saparua – Kepala Kantor Cabang Kejari Ambon di Saparua, Ardy menyatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah dalam kasus penyelahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Ardy menyebutkan, pihaknya telah mentapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut yakni inisial JMM, JS dan JM dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangka lain.

Diketahui JMM jabatan selaku mantan raja. JS jabatan selaku Bendahara dan JM itu wiraswasta.

Ardy menjelaskan penetapan ketiga tersangka itu berdasarkan hasil ekspose yang digelar Kejaksaan pada pertengahan Juni 2021, bersamaan dengan dinaikanya status penyidikan untuk kasus ADD dan DD Negeri Sirisori Islam.

Diketahui Pemerintah Tahun 2018 mengucurkan ADD dan DD untuk Negeri Haria sebesar Rp.2 miliar lebih.

Kacabjari Saparua itu mengatakan, pengusutan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat setempat. Dari laporan itu, ada sejumlah laporan pertanggungjawaban item-item pembangunan dalam desa diduga terjadi mark up.

Dugaan mark up diduga terjadi pada alokasi pekerjaan lapangan Voly, pekerjaan jalan di lingkungan, pembangunan PAUD, Jambanisasi, Rumah Layak Huni, dan Pemberdayaan.

Diketahui Jaksa melakukan penyelidikan hingga naik Penyidikan yang berujung penetapan tersangka setelah mendapat laporan masyarakat yang dilengkapi bukti-bukti adanya dugaan korupsi ADD dan DD yang diduga melibatkan sejumlah pihak.

Selain dugaan penyalahgunaan ADD dan DD Negeri Haria dan Sirisori Islam, Kejaksaan juga sementara melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan dalam kasus yang sama di Desa Kulur dan Itawaka.

Untuk kasus Sirisori Islam, pemerintah negeri setempat Tahun 2018-2019 mendapat ADD dan DD sebesar Rp 1,5 miliar lebih. Anggaran tersebut diperuntukan untuk sejumlah item proyek, seperti  pembangunan lapangan, kantor desa, serta pembelian tiga mobil ambulance. Namun, implementasi proyek tersebut belum selesai. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *