Harga Ikan di Kota Ambon Belum Stabil Akibat Cuaca Buruk

  • Bagikan
Harga Ikan di Kota Ambon Belum Stabil Akibat Cuaca Buruk

Ambon – Para pedagang ikan segar di kota Ambon mengakui sulitnya mendapatkan ikan dari nelayan karena banyak dari mereka tidak melaut disebabkan cuaca buruk yang berdampak harga ikan mengalami kenaikan di lokasi penjualan pasar Arumbai Mardika kota Ambon.

Mey Latuputty salah seorang pedagang ikan segar yang sehari – harinya berjualan di lokasi Pasar Mardika saat di wawancarai Tim Matamaluku.com Sabtu 05/06/2021, mengenai harga ikan saat ini menjelaskan, harga ikan Momar yang dijual di peroleh dari para pedagang dengan harga yang cukup tinggi dalam beberapa Minggu belakangan ini.

Jenis ikan Momar yang sering di jualnya saat ini agak sulit di dapatkan dari nelayan baik ikan Momar yang berukuran kecil maupun besar dan jika nelayan mendapatkan ikan jenis ini hanya sedikit yang di peroleh dan di jual mereka per bakulnya dengan harga 1,2 juta sampai dengan 1,5 juta.

“Harga sebelum 1,2 juta, biasanya momar kecil cuma 400, 500, skarang naik, tadi 1,1 juta, katong jual 6 ekor 20 ribu kalau dulu ini 10 ribu” Ujarnya.

Di lokasi yang sama Wasia salah seorang pedagang ikan saat di wawancarai Tim Matamalaku.com, mengatakan untuk saat ini harga ikan sedikit mengalami penurunan harga dari 1,5 juta per bakulnya menjadi 1,2 juta yang di dapatkan mereka dari nelayan yang berada di pulau Ambon maupun dari luar Pulau Ambon seperti Pulau Seram dan Namlea.

Ia mengaku kenaikan harga ikan yang mencapai 1,5 juta ini berlangsung hampir dua pekan dan baru awal minggu ini harga ikan sedikit mengalami penurunan yang di beli dari para nelayan.

Bukan saja ikan akan tetapi faktor cuaca beberapa minggu belakangan dalam kota Ambon,  juga sangat berdampak terjadinya kenaikan harga sayur mayur dan bumbu masak yang di jual para pedagang pada lokasi  pasar Mardika dan Batu Merah.

Di hampir sebagian besar pedagang saat di wawancarai Tim Matamaluku.com mengaku beberapa jenis sayur dan bumbu masak yang di jual mereka di dapatkan dari para petani juga dengan harga tinggi sejak musim penghujan.Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *