Elemen Mahasiswa KAK-BO Desak Kejati Tetapkan Tersangka Korupsi PT Kawedo

  • Bagikan
Elemen Mahasiswa KAK-BO Desak Kejati Tetapkan Tersangka Korupsi PT Kalwedo

Ambon – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Anti Korupsi Barisan Oposisi (KAK-BO) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Jalan Sultan Hairun Ambon, Senin (27/09).

Elemen mahasiswa dari 11 Kabupaten/Kota itu, dalam unjuk rasa mendesak Kejati Maluku segera menetapkan mantan Direktur PT Kalwedo, Lukas Tapilouw sebagai tersangka.

Dalam orasinya mahasiswa menyebutkan kalau Lukas Tapilouw diduga telah melakukan tindakan korupsi saat dirinya menjabat sebagai Direktur PT Kalwedo periode tahun 2015. Pasalnya mantan direktur PT Kalwedo Lukas Tapilouw diduga menghambur hamburkan uang milik perusahaan yang merupakan BUMD milik Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) itu untuk kepentingan pribadinya.

Lukas Tapilouw yang merupakan besan Barnabas Orno menjabat sebagai Direktur Utama PT Kalwedo sejak tahun 2015-2017. Mahasiswa menduga BUMD itu pailit, karena manajemen pengelolaan perusahaan yang tidak professional.

Selain berorasi demonstran juga membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan desakan agar Kejati memeriksa mantan Bupati MBD Barnabas Orno, yang saat ini sebagai Wakil Gubernur Maluku juga memeriksa Matias Orno yang merupakan ayah kandung Wakil Gubernur.

Berkaitan dengan kasus PT. Kalwedo khususnya dugaan penyalahgunaan anggaram KMP Marsela,  mahasiswa meminta proses hukum dilakukan  dengan transparan, akuntabel serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Maluku secara umum dan masyarakat Maluku Barat Daya secara khusus.

Mahasiswa juga menyampaikan lima butir pernyataan sikap antara lain mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku agar segera menetapkan Mantan Direktur PT Kalwedo, Lukas Tapilouw sebagai tersangka.

Meminta Kejaksaan Tinggi Maluku segera memanggil dan memeriksa Mantan Bupati MBD, Barnabas Nateniel Orno bersama ayahnya Matias Orno selaku pemegang saham dalam PT Kalwedo sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kolepsnya perusahaan.

Meminta Kejaksaan Tinggi Maluku agar dengan adanya penetapan tersangka pada kasus kasus KMP. Marsela ada kepastian Hukum untuk selanjutnya PT. Kalwedo diaktifkan kembali untuk kepentingan Masyarakat Maluku Barat Daya.

Dalam pernyataan sikap juga mahasiswa mengurai dugaan kejahatan dilakukan secara sistematis sudah terjadi sejak Lukas Tapilouw menjabat Direktur Utama PT. Kalwedo.

Perusahaan Milik Pemkab MBD pada Oktober 2015 mendapat kucuran dana dari kementrian Perhubungan sebesar kurang lebih Rp.3 miliar.

Kemudian pada bulan Januari hingga Maret 2016 saat itu KMP. Marsela tidak beroperasi lantaran kondisi laut yang tidak bersahabat.

Pada bulan Januari hingga Maret 2016 Lukas Tapilouw selaku direktur PT. Kalwedo lewat bendahara perusahaan diduga melakukan penarikan uang milik perusahaan secara berturut turut. Setiap penarikan dari kas PT. Kalwedo berjumlah ratusan juta rupiah. Sehingga pihak Perusahaan tidak memiliki simpanan dana apa apa.

Pada bulan April 2016 dimana saat itu pihak perusahaan mendapat suntikan dana berupa dana penyertaan modal dari pemerintah kabupaten Maluku Barat Daya sebesar Rp.1 miliar lebih. Dan sama seperti sebelumnya, dana tersebut juga diduga digunakan untuk kepentingan pribadi. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *