DPPKB Kota Ambon Gelar Program Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga

  • Bagikan
DPPKB Kota Ambon Gelar Program Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga

Ambon – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon menggelar program ketahanan dan kesejahteraan Keluarga BKB, BKR, BKL, PPKS, PIK–R dan pemberdayaan ekonomi keluarga UPPKS demi memperkuat peningkatan kapasitas untuk mitra dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Kota Ambon.

Kepala Dinas DPPKB Kota Ambon Juliana Welhelmina Patty dalam sambutannya di depan kader dan mitra sebelum membuka kegiatan menyampaikan, kegiatan yang dilakukan untuk lebih meningkatkan kapasitas bagi semua kader terkait informasi terbaru.

“Informasi tentang akan adanya sekolah untuk lansia, untuk itu kader akan melakukan pendampingan kepada lansia yang ada di kota Ambon,” ujar Patty.

Selain itu juga, yang harus mengetahui bahwa Kota Ambon mendapatkan penghargaan ke-II tingkat nasional dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  Kota Ambon cukup tinggi, Hal ini menandakan usia tertua di Kota Ambon berada di atas 80 tahun, hal ini dirasa sangat penting untuk diketahui oleh para kader.

“Kader adalah perpanjangan tangan terkait informasi yang disampaikan dinas kepada masyarakat dimana mereka berdomisili, oleh karena itu dinas selalu ada dengan kader memberikan penguatan kapasitas sehingga para kader lebih mahir lagi dalam menjalankan fungsi dan peran mereka di lingkungan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga memberikan apresiasi kepada kader BKB dimana selalu mendapat perhatian penuh dari Ketua TP-PKK, karena mereka dinilai sangat luar biasa berperan sangat penting dalam melakukan pendampingan bersama orang tua maupun guru PAUD demi kelangsungan masa depan anak di masa mendatang.

Ia menambahkan, salah satu program yang dibuat dinas yang dipimpinnya adalah menganjurkan anak untuk selalu makan di meja makan, Karena dengan adanya perkembangan ilmu pengetahun saat ini anak-anak tidak lagi memperdulikan meja makan sebagai tempat makan.

“Untuk itu program ini dibuat sehingga anak–anak dapat kembali teratur seperti dulu, dimana meja makan digunakan orang tua selain untuk makan bersama juga sebagai tempat menasihati saat terjadi masalah baik dengan keluarga sendiri maupun orang lain,” tambahnya. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *