Ditreskrimsus Polda Maluku Periksa Pembangunan Rehabilitasi Pasar Binaya Masohi

  • Bagikan
Ditreskrimsus Polda Maluku Periksa Pembangunan Rehabilitasi Pasar Binaya Masohi

Maluku Tengah, Masohi – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku terjun langsung ke Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah untuk melakukan pemeriksaan langsung pembangunan rehabilitasi pasar Binaya Masohi, Jumat (24/6/2022)

Dalam pemeriksaan fisik bangunan Pasar Binaya Masohi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masohi Plaza (Maplaz) tersebut pihak Krimsus Polda Maluku menggandeng tenaga ahli dari Politeknik Unpatti, untuk melakukan perhitungan intensif terhadap proses pekerjaan proyek senilai  Rp11,4 miliar pada tahun 2021 tersebut.

Kehadiran tim Krimsus Polda Maluku bersama ahli diduga menyelidiki dugaan korupsi pembangunan rehabilitasi Pasar Binaya, yang terletak di tengah jantung Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah itu.

Pantauan Tim Matamaluku.com di lokasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah serta pihak ketiga yang mengerjakan pasar itu yakni PT. Kadjuara Mandiri juga turut dihadirkan pihak Polda Maluku saat proses pemeriksaan fisik Pasar Binaya.

Panit Subdit III Tipikor, Krimsus Polda Maluku, Iptu Fredy B Samale, yang dikonfirmasi sejumlah wartawan saat keluar dari Pasar Binaya Masohi, membenarkan tujuan datang untuk pemeriksaan fisik bangunan hasil rehabilitasi pasar tersebut.

Fredy mengakui pemeriksaan tersebut dalam rangka penyilidikan dugaan korupsi dari hasil rehabilitasi Pasar tersebut sebagaimana laporan masyarakat.

Kepala Pasar Binaya Masohi  Abidin Marasabessy saat dikonfirmasi mengakui sesuai hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku menemukan adanya kerugian dari hasil rehabilitasi Pasar Binaya tersebut.

Namun oleh BPK dugaan kerugian tersebut merupakan kelebihan bayar pemerintah kepada pihak ketiga sebesar Rp121 juta dan sudah dikembalikan.

Dari informasi yang dihimpun saat ini pihak ketiga yakni PT. Kadjuara Mandiri baru mengembalikan Rp50 juta.

Diketahui pekerjaan pembangunan rehabilitasi Pasar Binaya Masohi, berdasarkan kontrak 20/SP/PSR-TKBNY/XII/2020, tanggal 22 Desember 2020, dikerjakan selama 350 hari kalender menelan anggaran sebesar Rp14,4 Miliar.

Sayangnya hingga melewati tengat waktu tersebut masih ada sejumlah pekerjaan yang tidak rampung.

Bangunan yang semestinya menjadi kebanggaan warga Maluku Tengah, khususnya Kota Masohi terlibat rusak dimana-mana.

Sebagian tembok sudah keropos, kaca di beberapa bagian juga terlihat pecah. padahal anggaran yang dialokasikan terbilang cukup besar. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *