Disperindag Ambon Pastikan 24 Juni 2021 Gedung Putih Pasar Mardika di Bongkar

  • Bagikan
Disperindag Ambon Pastikan 24 Juni 2021 Gedung Putih Pasar Mardika di Bongkar

Ambon – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Ambon memastikan Kamis 24 Juni 2021, seluruh kios baik yang ada di pasar Gedung Putih temasuk lapak di area revitalisasi pasar tradisional Mardika akan di bongkar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Ambon, Jhon Slarmanat, menegaskan batas waktu relokasi mandiri yang diberikan  kepada pedagang untuk mengosongkan lokasi telah berakhir sejak tanggl 22 Juni kemarin, oleh petugas Disperindag.

Slarmanat mengatakan, tepat 23 Juni, seluruh pedagang yang menempati lokasi gedung putih telah mengambil undian untuk mengosongkan gedung dan setelah mendapatkan undian mereka di mintakan untuk segera mengosongkan lokasi berdagang di area gedung putih pasar Mardika dan segera menempati lokasi baru yang telah disiapkan Pemkot Yakni di pasar Apung, pasar Tantui dan pasar transit Passo.

“Untuk masyarakat kota yang hendak berbelanja ke pasar Mardika kawasan gedung putih dan sekitarnya, diharapkan dapat  menyesuaikan dan berbelanja di lokasi-lokasi yang di sediakan  dengan kondisi yang ada” kata Slarmanat kepada DMS Media Group di Balaikota Ambon,Rabu (23/06/2021).

Dikatakan, sesuai rencana malam ini (Rabu) alat berat sudah berada dilokasi pembongkaran dan dipastikan pada Kamis (24/06) dilakukan apel gelar pasukan untuk pengamanan lokasi yang dilanjutkan dengan pembongkaran gedung oleh petugas.

“Sekarang ini sementara pengambilan undian, diharapkan setelah diambil, pedagang sudah bisa mengosongkan kios dagangan, sebentar malam alat berat masuk esok pagi gelar pasukan untuk pembongkaran gedung” tegasnya.

Slarmanat  menambahkan, terkait dengan revitalisasi pasar tanggal 14 Juni lalu telah dilakukan penandaatanganan surat perintah lelang dari Kementrian PUPR dan jika nantinya surat tersebut telah di terbitkan maka akan ditindaklanjuti dengan proses pelelangan.

“Dan proses semua ini tergantung relokasi pedagang dan sebagainya, karena waktu yang di berikan sudah cukup lama, jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan berdampak pada kebijakan nasional” ungkap Slarmanat. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *