Dinas Pendidikan Kota Ambon Targetkan 13 Ribu Siswa Dapat Vaksin Anak Selama Pekan Selebrasi Vaksinasi Digelar

  • Bagikan
Dinas Pendidikan Kota Ambon Targetkan 13 Ribu Siswa Dapat Vaksin Anak Selama Pekan Selebrasi Vaksinasi Digelar

Ambon – Dinas Pendidikan Kota Ambon menargetkan sebanyak 13 ribu siswa sekolah SD dan SMP di Kota Ambon mendapatkan vaksin anak selama Pekan Selebrasi Vaksinasi digelar 27 Agustus hingga 2 September 2021.

Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran tatap muka secara offline dapat berlangsung di sekolah.

Jumlah data anak penerima vaksin sebanyak 30.000 orang. Jumlah yang baru divaksin sebanyak 3.369 orang atau 10.01%.(Data per tanggal 27 September)

Kepala Dinas Kota Ambon Fahmi Salatalohy mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota untuk pemberian vaksin anak. Termasuk menyiapkan desain ruang belajar untuk proses pembelajaran nantinya, mendapat izin resmi dari Walikota Ambon.

Salatolohy menyebutkan belum mengetahui pasti kapan proses pembelajaran tatap muka mulai dibuka kendati kota Ambon saat ini berada pada zonasi kuning atau resiko rendah.

“Kebijakan untuk membuka pembelajaran secara offline merupakan kewenangan Walikota, kita tinggal menunggu saja” kata Salatalohy .

Di sebutkan sejak di buka vaksinasi anak sudah lebih dari 3000 siswa sekolah menerima vaksin baik yang dilakukan oleh Pemkot Ambon maupun Vaksinasi mandiri yang dilakukan kelompok masyarakat seperti di SMP Muhammadyah dan SMP Angkasa Pura.

Fahmi tidak menampik jika masih ada sebagian orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk di vaksin dengan berbagai alasan. Terhadap hal itu, Dinas Pendidikan katanya akan terus melakukan sosialisasi agar orang tua mau mengijinkankan anaknya untuk di vaksin agar proses pembelajaran secara offline dapat berlangsung.

Sementara itu Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyatakan, Pemkot belum  belum mengijinkan pembelajaran secara offline mengingat semua anak belum di vaksin.

Louhenapssy mengakui meski sudah ada sinyal Pemerintah Pusat agar proses pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan, tetapi kewenanganya diserahkan kepada pemerintah daerah setempat.

Dikatakan dari 63 daerah yang diperbolehkan melakukan pembelajaran offline, Ambon tidak termasuk didalamnya.

Dikatakan, vaksinasi anak usia 12-17 tahun merupakan bagian dari salah satu syarat dibukanya kembali proses pembelajaran tatap muka, minimal 75 % jumlah anak tervaksin.  Orang  tua juga wajib di vaksin, sehingga herd immunity terbentuk dalam keluarga.

“Saya sangat memaklumi keinginan orang tua agar proses pembelajaran tatap muka dilakukan, namun Pemkot mempertimbangkan berbagai faktor dan resiko  sehingga hal itu belum bisa terlaksana”ungkap Louhenapessy.

Dikatakan  target dengan capaian target 75 persen, kemungkinan dirininya menerbitkan izin sekolah  dilaksanakan secara offline atau tatap muka. Matamaluku.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *