Deklarasi Seruan Damai oleh Warga Kecamatan Lolong Guba

  • Bagikan
Deklarasi
Deklarasi Seruan Damai oleh Warga Kecamatan Lolong Guba

Berita Kabupaten Buru – Sebagai wujud komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda dari Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, berkumpul dalam sebuah pertemuan yang penuh makna pada Sabtu, 19 Agustus 2023. Acara ini juga menjadi momen penting untuk mendeklarasikan seruan damai.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka, seperti Camat Lolong Guba, Antonius Besan, dan Ali Wael, Kepala Staf Kodim Wahidi Dataran Tinggi Noro Pito. Selain itu, kepala desa dari berbagai wilayah, seperti Wapsali, Persiapan Metar, dan Waflan, turut hadir dalam acara tersebut. Tidak hanya itu, pemuda dan masyarakat Adat Petuanan Kayeli dari Kecamatan Lolong Guba juga memenuhi tempat tersebut.

Dalam suasana yang penuh kebersamaan, Ali Wael, sebagai Kepala Staf Kodim Wahidi Dataran Tinggi Noro Pito, dan Camat Lolong Guba Antonius Besan, mengajak seluruh peserta untuk bersatu dalam menjaga situasi Kamtibmas yang damai di Bumi Bupolo.

Mereka juga menegaskan pentingnya tidak terprovokasi oleh oknum atau kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan tali silaturahmi antar sesama orang Basudara di Pulau Buru.

Camat Lolong Guba, Antonius Besan, menekankan pentingnya menghindari isu-isu negatif yang dapat mengaitkan setiap permasalahan dengan politik, yang berpotensi memecah belah tali silaturahmi antara sesama Basudara di Pulau Buru, terutama di lingkungan Petuanan Kayeli.

Semua tokoh yang hadir dalam pertemuan ini turut serta dalam mendeklarasikan seruan damai dengan tema yang menggugah hati, yaitu “Basudara Samua Mari Katong Jaga Situasi Kamtibmas Di Bumi Bupolo Yang Aman Dan Damai.” Semua ini dilakukan dengan harapan dapat menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di Pulau Buru.

Sebagai catatan, saat ini masyarakat Petuanan Kayeli masih menghadapi permasalahan dengan pihak PT. Ormat Geothermal Indonesia. Namun, permasalahan ini sedang dalam tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian, menunjukkan komitmen pihak berwenang untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang adil dan damai. Matamaluku

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *